NARASINETWORK.COM - Bank Sampah Melati yang berada di RW 02, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, berhasil mengumpulkan dan menjual total 377 kilogram sampah anorganik dengan nilai mencapai Rp1.018.700. Hasil ini diperoleh dari penimbangan pertama sejak bank sampah resmi berdiri pada pertengahan bulan Desember tahun ini.
Pendiri bank sampah, Siti Zuriyah, menjelaskan bahwa inisiatif pembentukan bank sampah muncul sebagai tanggapan terhadap tingginya volume sampah rumah tangga di wilayah tersebut. Program ini juga dirancang untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah yang akhirnya dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kabupaten Bekasi.
“Bank sampah ini baru dibentuk pada tanggal 21 Desember 2025, meliputi wilayah RT 13 dan RT 16. Antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi, terbukti dengan terkumpulnya sebanyak 377 kg sampah anorganik dalam periode waktu yang relatif singkat,” ujar Zuriyah pada Selasa lalu (30/12/2025).
Selain berkontribusi dalam penanganan sampah di lingkungan, bank sampah juga memiliki tujuan tambahan untuk meningkatkan penghasilan warga setempat, khususnya bagi kaum ibu yang ingin menambah sumber daya ekonomi keluarga mereka. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan ekonomi.
Proses pengumpulan sampah dilakukan di sebuah lahan kosong yang disediakan khusus untuk menjadi titik kumpul. Dalam kegiatan pengumpulan, kader Dasawisma berperan aktif dengan membantu mengambil sampah dari rumah-rumah lansia atau warga yang memiliki keterbatasan untuk mengantar sampah secara langsung ke titik kumpul. Sementara itu, warga lain yang memiliki kemampuan lebih memilih untuk membawa sampah mereka sendiri ke lokasi pengumpulan.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Melati RW 02, Muhammad Arnasim, menambahkan bahwa bank sampah saat ini memiliki lima orang anggota dengan saldo awal sebesar Rp300 ribu. Saldo tersebut telah mengalami peningkatan setelah dilakukan penjualan perdana sampah kepada pengepul yang beroperasi di Kelurahan Tengah.
Rincian jenis sampah yang berhasil terjual sangat beragam, dengan dominasi jenis kardus sebanyak 192 kg. Diikuti oleh sampah ember dengan jumlah 44 kg, besi seberat 39 kg, botol bening sebanyak 50 kg, majalah dengan berat 16 kg, galon air mineral sebanyak 10 kg, serta beberapa jenis sampah anorganik lainnya dengan jumlah yang lebih kecil. Dana yang diperoleh dari hasil penjualan ini memiliki rencana penggunaan yang jelas, yaitu akan dialokasikan untuk mendanai berbagai kegiatan sosial dan kerohanian yang melibatkan masyarakat setempat.
Kegiatan bank sampah ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya mengelola sampah secara baik. Dengan dukungan yang terus meningkat dari warga, program ini diantisipasi akan mampu mengumpulkan jumlah sampah yang lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kelurahan Batu Ampar dan sekitarnya.