NARASINETWORK.COM - Prinsip "Cukup dan Tidak Berlebihan" penting untuk dijunjung. Puasa mengajarkan rasa lapar dan menumbuhkan empati. Membeli atau membuat takjil berlebihan berisiko menyebabkan pemborosan. Karena itu, disarankan memilih satu jenis takjil saja: yang manis (buah atau kurma) atau yang hangat (gorengan atau rebusan). Utamakan bahan dari pasar terdekat untuk mendukung ekonomi lokal dan menjaga kesederhanaan.
Menu buka puasa sederhana dapat dirancang hemat waktu dan biaya, namun tetap bernutrisi. Sebagai pembuka, siapkan segelas air hangat dan tiga butir kurma. Jika tidak ada, pepaya atau pisang rebus bisa menjadi pengganti energi alami. Lauk utama dapat berupa tahu atau tempe bacem/goreng karena murah dan merupakan sumber protein nabati yang baik. Alternatif lain adalah telur ceplok kecap, cocok dengan nasi hangat dan mudah dibuat. Untuk sayuran, pilih sayur bening bayam atau kelapa yang menyegarkan dan kaya zat besi tanpa banyak minyak. Lalapan sambal korek dari cabai dan bawang putih yang disiram minyak panas dapat menambah selera makan.
Makna syukur dapat diwujudkan melalui cara penyajian dan konsumsi. Makan bersama keluarga dengan duduk bersila di atas tikar menciptakan suasana akrab. Nikmati setiap suapan perlahan, rasakan tekstur nasi dan cita rasa sayuran sebagai syukur atas rezeki. Berbagi adalah bagian penting dari ibadah Ramadan. Sisihkan sedikit masakan untuk tetangga terdekat.
Berikut beberapa tips menghindari pola konsumtif selama Ramadan. Pertama, jangan berbelanja takjil saat lapar. Beli bahan sebelum lapar dan masak satu jam sebelum berbuka agar pemilihan bahan tetap tepat. Kedua, manfaatkan sisa makanan buka puasa untuk sahur, dengan memperhatikan cara penyimpanan agar kualitasnya terjaga. Ketiga, lakukan persiapan awal seperti memotong sayuran di hari Minggu, agar memasak lebih cepat saat hari kerja dan mengurangi keinginan memesan makanan online.