NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Bupati Probolinggo Mohammad Haris Damanhuri menjadikan sektor pariwisata sebagai program prioritas melalui gagasan SAE Wisata.
Salah satu bentuk nyata kebijakan ini adalah penyelenggaraan Bromo Sunset & Culture di Seruni Point, Sukapura. Acara tersebut menggabungkan potensi alam pegunungan dengan kekayaan seni tradisional agar menarik kunjungan wisatawan secara luas.
Sebagai figur yang tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Gus Haris membawa latar belakang santri ke ranah kepemimpinan publik. Pengalaman mengelola institusi pendidikan digunakan untuk menata manajemen pariwisata daerah. Aktivitas dakwah melalui musik yang ditekuni mewarnai konsep Bromo Sunset yang mengedepankan panggung hiburan berbasis nilai budaya lokal.
Pelaksanaan edisi kesembilan pada Desember 2025 menjadi titik balik karena menjangkau peserta internasional. Sebanyak 150 delegasi dari negara-negara ASEAN serta Jepang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut.
Kehadiran tamu mancanegara menunjukkan bahwa program pemerintah daerah mulai mendapatkan pengakuan di tingkat regional Asia Tenggara.
Sinergi antara kepemimpinan Gus Haris dan ajang Bromo Sunset terlihat dari sinkronisasi agenda Regional Leadership Forum KAPPIJA 21 dengan festival seni tersebut.
Langkah ini merupakan strategi memperkenalkan Kabupaten Probolinggo kepada para pemimpin muda lintas negara. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kunjungan tamu asing melalui kolaborasi bersama organisasi internasional.
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata menjalankan visi Bupati dengan menyelenggarakan kegiatan terjadwal di Amfiteater Seruni Point. Pemilihan lokasi pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut bertujuan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung saat melihat matahari terbenam. Fokus kegiatan tertuju pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku seni serta UMKM di kawasan Bromo.
Secara keseluruhan, Bromo Sunset & Culture berfungsi sebagai sarana mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui sektor kreatif. Gus Haris menilai bahwa promosi pariwisata secara rutin berdampak positif pada kesejahteraan warga.
Keberhasilan mendatangkan delegasi luar negeri menjadi awal bagi perkembangan industri pariwisata di Kabupaten Probolinggo pada masa mendatang.