Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia pada 84 Tahun

Minggu, 29 Mar 2026 16:31
Mantan Menteri Pertahanan Prof. Dr. Juwono Sudarsono meninggal dunia pada usia 84 tahun di RS Pondok Indah, Jakarta (28/3/2026) pukul 13.45 WIB.  Istimewa

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Tokoh nasional sekaligus pakar hukum dan politik, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (28/3/2026) pukul 13.45 WIB. Beliau wafat dalam usia 84 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Putra sulung almarhum, Vishnu Juwono, mengonfirmasi bahwa ayahnya telah berjuang menghadapi kondisi kesehatan pasca-serangan stroke selama empat tahun terakhir sebelum kondisi fisiknya melemah secara bertahap.

Pemerintah menjadwalkan upacara persemayaman resmi di Ruang Hening, Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Minggu pagi (29/3/2026) pukul 08.00 WIB. Peti jenazah berselimut bendera merah putih rencananya akan dibawa oleh personel gabungan tiga matra TNI. Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian panjang almarhum pada berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintahan Republik Indonesia.
Prosesi pemakaman akan dilangsungkan melalui upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu siang (29/3/2026) pukul 11.20 WIB. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan menjadi inspektur upacara pada kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta rekan sejawat dari kalangan akademisi dipastikan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Juwono Sudarsono dikenal sebagai pejabat yang dipercaya oleh lima presiden berbeda, mulai dari era Orde Baru hingga periode Reformasi. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup (1998) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1998–1999). Di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (1999–2000), beliau mencatat sejarah sebagai tokoh sipil pertama yang menjabat posisi Menteri Pertahanan guna mengawali penataan sektor keamanan nasional.
Selain aktif di birokrasi, almarhum merupakan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Riwayat pendidikan beliau meliputi gelar doktor dari The London School of Economics, Inggris, serta gelar magister dari Columbia University, Amerika Serikat. Pemikiran beliau banyak menjadi rujukan bagi institusi pendidikan serta militer terkait tata kelola pertahanan dan dinamika geopolitik internasional yang memengaruhi posisi tawar negara di mata dunia.
Kontribusi beliau mencakup upaya penguatan diplomasi serta modernisasi alat utama sistem senjata nasional. Selain jabatan menteri, Juwono pernah bertugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Britania Raya (2003–2004) sebelum kembali masuk kabinet pada periode 2004–2009. Seluruh lapisan masyarakat menyampaikan duka atas berpulangnya sosok negarawan yang telah memberikan tenaga serta pemikirannya bagi stabilitas dan kemajuan bangsa.

Berita Terkini