Di Balik Kelancaran IMLF-4 Peran Armaidi Tanjung dalam Mengatur Seluruh Aspek Kegiatan

Selasa, 9 Jun 2026 06:22
Armaidi Tanjung (Kanan) mengelola administrasi dan operasional IMLF-4 di Bukittinggi. Ia mengoordinasikan kerja sama lintas pihak dalam perhelatan IMLF 4. IMLF 4

NARASINETWORK.COM - BUKITTINGGI, Armaidi Tanjung, selaku Sekretaris Panitia Pelaksana International Minangkabau Literacy Festival ke-4, bertanggung jawab atas seluruh urusan administrasi dan operasional kegiatan yang berlangsung di Kota Bukittinggi. Perannya dijalankan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan di lapangan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Penyelenggaraan acara ini disesuaikan dengan peringatan satu abad Jam Gadang sebagai bangunan bersejarah setempat.

Armaidi Tanjung, S.Sos., M.A. merupakan seorang jurnalis, pengajar perguruan tinggi, pegiat sosial, serta pengarang buku sejarah asal Provinsi Sumatra Barat. Pria ini lahir di Desa Sungaipasak, Kota Pariaman, pada tanggal 1 Mei 1969. Ia merupakan anak pertama dari sebelas bersaudara dari pasangan bernama Abu Zahar dan Marnis.
Latar belakang pendidikan tingginya diselesaikan dengan meraih gelar Sarjana Sosial pada bidang jurnalistik. Setelah itu, ia melanjutkan masa perkuliahan jenjang pascasarjana hingga memperoleh gelar Magister Agama. Latar belakang akademis tersebut digunakannya untuk berkarier sebagai dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang serta Institut Agama Islam Sumatra Barat di Pariaman.
Profesi utamanya di dunia pers dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi tingkatan wartawan utama. Di luar bidang jurnalistik, aktivitasnya mencakup ranah pelayanan sosial sebagai petugas pendamping Program Keluarga Harapan. Jabatan organisasi kebudayaan yang dipegangnya saat ini adalah Sekretaris Umum Satupena Provinsi Sumatra Barat serta Sekretaris Panitia Pelaksana International Minangkabau Literacy Festival ke-4.
Sebagai seorang penulis, ia telah memublikasikan puluhan judul buku bertema sejarah daerah, pergerakan keagamaan, serta biografi tokoh lokal. Beberapa karyanya yang telah dicetak antara lain buku berjudul Perjuangan Rakyat Padang Pariaman mempertahankan Kemerdekaan tahun 1945 sampai 1950, Berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama di Ranah Minang, serta Dinamika Pemikiran dan Gerakan Mahasiswa Sumatera Barat Era 1990-an.
Karya tulis lain yang diterbitkannya berupa tulisan dokumentasi sosial seperti Potret dan Masalah Pekerja Anak di Kabupaten Padang Pariaman. Ia juga menyusun buku catatan harian keluarga berjudul Katakan dengan Buku Putri yang rilis pada tahun 2023. Pada awal tahun 2025, ia meluncurkan buku kumpulan puisi perdananya yang berjudul Dinda Tahajudmu Yang Menggoda.
Informasi mengenai struktur keluarga inti mencatat pernikahannya dengan Erni dari Palembayan, Nagari Sintuak, pada tanggal 5 Agustus 2001. Pasangan tersebut dikaruniai dua anak bernama Rabiah Al-Adawiyah Arni Putri dan Abdurrahman Wahid Arni Putra. Seluruh aktivitas kepenulisan dan pengelolaan organisasi literasi ini dijalankannya secara mandiri dari kediamannya di Sumatra Barat.
Armaidi Tanjung mengoordinasikan hubungan kerja antar berbagai pihak sejak tahap persiapan. Ia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Bukittinggi, organisasi penulis Satupena Sumatera Barat, serta lembaga adat. Pengelolaan dokumen dan penyusunan jadwal harian diatur secara terpusat agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan.

Bagian lain yang menjadi perhatian adalah pencatatan peristiwa melalui penerbitan sampul peringatan resmi. Produk filateli ini telah terdaftar dengan nomor registrasi dari Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia. Penandatanganan dilakukan bersama pimpinan panitia dan perwakilan peserta asing di lingkungan Istana Bung Hatta sebagai bukti tertulis.

Ia juga mengawasi penandatanganan perjanjian kerja sama antara panitia dengan Universitas Mohammad Natsir. Kesepakatan ini bertujuan membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan setelah acara selesai. Dokumen tersebut memuat ketentuan mengenai pelaksanaan diskusi, penerbitan karya tulis, dan pelatihan bagi mahasiswa.

Dalam kegiatan diskusi, ia memantau penyusunan hasil pembahasan dari Seminar Internasional Guru. Topik yang diangkat berkaitan dengan pengaruh kecerdasan buatan terhadap cara mengajar di sekolah saat ini. Hasil kajian tersebut dikumpulkan dan diserahkan kepada instansi terkait sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

Hingga hari penutupan, berbagai kegiatan seperti lomba gambar tokoh daerah, penanaman pohon, dan olahraga bersama berjalan dengan baik. Armaidi Tanjung mendampingi ketua panitia dalam menyampaikan laporan akhir kepada pimpinan daerah. Pengelolaan yang baik memungkinkan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib.


Berita Terkini