Ekspor Furnitur Indonesia Capai USD1,67 Miliar Pemerintah Diversifikasi Pasar Ekspor

Rabu, 18 Feb 2026 20:51
    Bagikan  
Ekspor Furnitur Indonesia Capai USD1,67 Miliar Pemerintah Diversifikasi Pasar Ekspor
Istimewa

Industri furnitur nasional memberikan kontribusi signifikan pada PDB. Pemerintah berupaya mendorong IKM furnitur agar mampu bersaing di pasar global melalui pembinaan dan pendampingan.

NARASINETWORK.COM - Industri furnitur adalah sektor hilir padat karya dengan nilai tambah tinggi, menyumbang 0,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan nonmigas.

Di tengah tantangan global, industri furnitur nasional menunjukkan kinerja stabil. Pelaku usaha, terutama Industri Kecil dan Menengah (IKM), memerlukan pembinaan dan pendampingan untuk mendukung perkembangan serta kelangsungan bisnis.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pemerintah melakukan pembinaan dan pendampingan melalui berbagai program agar IKM furnitur dari berbagai daerah mampu bersaing, menguasai pasar lokal, dan menembus pasar global.

"Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal pengembangan industri furnitur dalam negeri yang inovatif, menjawab kebutuhan pasar, dan sesuai selera konsumen," ujar Menperin dalam keterangan di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Contoh keberhasilan pembinaan IKM furnitur yang menembus pasar global adalah CV Kayu Manis yang melaksanakan Acara Pelepasan Ekspor Produk Furnitur pada 6 Februari 2026. Perusahaan ini mengekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita yang menghadiri acara tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian IKM asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

"CV Kayu Manis adalah contoh pelaku IKM yang menjawab tantangan pasar global. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku IKM lainnya yang berjuang menembus pasar ekspor," ujar Dirjen IKMA.

Potensi ekspor industri furnitur perlu dimaksimalkan. Berdasarkan data Trademap (HS 9401–9403), nilai ekspor industri furnitur Indonesia tahun 2024 mencapai USD1,91 miliar. Pada periode Januari–November 2025, nilai ekspor tercatat USD1,67 miliar. Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama dengan pangsa 54,6 persen dari total ekspor furnitur nasional.

Dinamika pasar global, khususnya kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Pemerintah Amerika Serikat, memengaruhi kinerja ekspor furnitur nasional. Ketidakpastian global mendorong penerapan strategi adaptif dan diversifikasi pasar ekspor.

"Pemerintah mengambil langkah strategis melalui diplomasi dan negosiasi perdagangan, serta mendorong perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Kawasan potensial antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang," jelas Reni.

CV Kayu Manis beroperasi sejak tahun 2001 dengan bahan baku utama kayu jati. Perusahaan memproduksi furnitur kayu dengan spesialisasi bathroom furniture dan indoor furniture. Saat ini, CV Kayu Manis memiliki fasilitas produksi seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas produksi 120 kontainer per tahun.

CV Kayu Manis merupakan IKM binaan Direktorat Jenderal IKMA yang menerima berbagai fasilitas pemerintah, antara lain Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan tahun 2018 serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran IFEX Virtual Showroom tahun 2021.

Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas IKM melalui potongan harga pembelian mesin. Potongan harga mencapai maksimal 25 persen untuk mesin impor dan 45 persen untuk mesin buatan dalam negeri, dengan nilai fasilitasi minimal Rp10 juta dan maksimal Rp500 juta per perusahaan per tahun anggaran.

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris menyatakan, pada tahun 2021 Ditjen IKMA memfasilitasi keikutsertaan CV Kayu Manis dalam pameran IFEX Virtual Showroom yang diselenggarakan daring sebagai respons terhadap pembatasan aktivitas selama pandemi COVID-19. "Keberhasilan CV Kayu Manis menembus pasar ekspor terkait dengan inovasi produk yang disesuaikan dengan tren pasar global," tutur Afrizal.

"Sejalan dengan peningkatan kebutuhan akan furnitur praktis dan efisien, perusahaan mengembangkan produk knockdown furniture dengan kemasan ringkas. Produk ini mendukung efisiensi penyimpanan dan transportasi, serta memberikan fleksibilitas desain untuk ruang terbatas," pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Proyek Galian SPAM PDAM di Ciparay Dikeluhkan Warga dan Pedagang
Ali Syakieb Optimistis, Pemuda Kabupaten Bandung Bisa Jadi Motor Perubahan
Warga Kabupaten Bandung Perlu Tahu: Program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan Resmi Dihentikan
Srikandi DPC PKB Kab. Bandung Dorong Muscab Jadi Momentum Konsolidasi dan Lompatan Kursi
Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Bandung: Infrastruktur Jalan Hingga Ribuan Rutilahu Jadi Prioritas
Kang DS Paparkan LKPJ 2025, Kinerja Pembangunan Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif
Usai Puting Beliung di Pacet, BPBD Kabupaten Bandung: Ada 82 Jiwa dan 16 Rumah Rusak Terdampak
Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Pacet Kabupaten Bandung, Warga Panik Keluar Rumah
Penggunaan Tumbler Menjadi Pilihan Masyarakat Tekan Limbah Plastik
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia pada 84 Tahun
Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Mengenal Pola Perilaku Maladaptif Anxious Avoidance dan Penanganannya secara Medis
Seogwipo Sambut Musim Semi Melalui Festival Jalan Santai dan Ragam Kuliner Lokal
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Kenyamanan Modern di Mercure Resort Sanur
Garpu Restaurant Destinasi Kuliner Tepi Pantai di Karangasem Bali
Legian Beach Hotel Penginapan Bintang Empat di Bali dengan Lokasi Strategis
Pemuda KNPI Kabupaten Bandung Hangatkan Silaturahmi Lewat Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Sidak Usai Lebaran, Bupati Bandung Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah
Festival Randai IMLF-4 Digelar di Bukittinggi Bakal Disaksikan 200 Lebih Delegasi dari Puluhan Negara