Putri Bajrakitiyabha Berpulang Jejak Karier dan Peranannya di Dalam dan Luar Negeri

Sabtu, 13 Jun 2026 00:36
Putri Bajrakitiyabha Mahidol, anak sulung Raja Maha Vajiralongkorn, wafat di Rumah Sakit Chulalongkorn Bangkok pada usia 47 tahun. Istimewa

NARASINETWORK.COM - THAILAND, Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Putri Bajrakitiyabha Mahidol meninggal dunia pada usia 47 tahun di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok. Kepergiannya terjadi pada Kamis malam pukul 19.48 waktu setempat. Ia merupakan anak sulung Raja Maha Vajiralongkorn, dan telah berada dalam kondisi koma selama tiga setengah tahun akibat gangguan kesehatan.

Pernyataan resmi istana menyebutkan kondisi kesehatan sang putri menurun dalam beberapa pekan terakhir. Penyebabnya adalah infeksi saluran cerna kronis dan peradangan usus besar. Kondisi tersebut memicu penurunan tekanan darah secara cepat, gangguan proses pembekuan darah, hingga menurunnya kemampuan kerja organ tubuh. Sejak tidak sadarkan diri pada Desember 2022, ia senantiasa mendapatkan perawatan khusus dari tim dokter rumah sakit.

Masalah kesehatan bermula saat sang putri mendadak pingsan karena gangguan irama jantung yang parah di daerah Nakhon Ratchasima. Peristiwa itu terjadi ketika ia sedang melatih anjing peliharaannya untuk mengikuti ajang kompetisi militer. Tim medis segera memindahkannya ke Bangkok menggunakan helikopter guna mendapatkan peralatan penopang fungsi tubuh dan penanganan khusus pada organ jantung.

Putri Bajrakitiyabha lahir pada 7 Desember 1978. Ia adalah satu-satunya anak dari pernikahan Raja Vajiralongkorn dengan istri pertamanya, Putri Soamsawali. Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang hukum dan meraih gelar sarjana dari Universitas Thammasat. Pendidikannya dilanjutkan hingga jenjang magister dan doktor di Fakultas Hukum Universitas Cornell, Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan studi, ia bertugas sebagai jaksa penuntut umum di lingkungan lembaga hukum Thailand.

Dalam perjalanan karier, ia pernah ditugaskan sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria serta perwakilan tetap negaranya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Wina. Di lingkup internasional, ia mengusulkan standar penanganan bagi narapidana perempuan. Usulan tersebut kemudian disetujui dan ditetapkan oleh PBB dengan sebutan Aturan Bangkok. Jabatan terakhir yang diembannya adalah penasihat hukum utama pada Kantor Kejaksaan Agung Thailand.

Posisi sang putri dalam susunan keluarga kerajaan mendapat perhatian pengamat politik. Berdasarkan Undang-Undang Suksesi Istana tahun 1924, ia termasuk figur yang memenuhi syarat untuk melanjutkan takhta, meskipun pihak istana belum menetapkan ahli waris secara resmi. Keadaannya yang tidak dapat menjalankan tugas publik sejak akhir 2022 telah memicu pembahasan mengenai susunan kepemimpinan monarki ke depan.

Jenazah Putri Bajrakitiyabha kini disemayamkan di Aula Singgasana Phiman Rattaya, yang terletak di dalam kawasan Istana Negara. Biro Rumah Tangga Kerajaan telah menetapkan masa berkabung bagi seluruh pejabat pemerintahan. Sementara itu, masyarakat umum dapat memberikan penghormatan terakhir dengan menandatangani buku ucapan belasungkawa di Paviliun Sahathai Samakom, mulai pagi hari Sabtu.

Berita Terkini