Dari Batik hingga Drone Produk Manufaktur Indonesia Dipromosikan ke Pasar Eurasia melalui INNOPROM 2026

Kamis, 9 Jul 2026 13:55
Indonesia memperkenalkan enam produk manufaktur unggulan, mulai dari batik, teknologi drone, kopi specialty, hingga fesyen dan furnitur, pada INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Keikutsertaan sebagai Official Partner Country. Istimewa

NARASINETWORK.COMEKATERINBURG, Pemerintah Indonesia menampilkan enam produk manufaktur unggulan pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026 sebagai bagian dari keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country.

Produk yang diperkenalkan meliputi batik dan mesin batik, layanan survei geospasial, teknologi drone, kopi specialty, dekorasi rumah, serta fesyen dan tekstil untuk memperluas peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama industri dengan kawasan Eurasia.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia pada pameran industri internasional tersebut menjadi langkah untuk memperkenalkan kemampuan manufaktur nasional kepada pembeli, distributor, dan investor dari kawasan Eurasian Economic Union (EAEU).

"Produk manufaktur Indonesia memiliki daya saing melalui kualitas, inovasi, serta kekuatan budaya yang melekat pada berbagai produk unggulan. Kehadiran Indonesia di INNOPROM 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama industri dan perdagangan dengan mitra internasional," ujar Agus pada Rabu (8/7/2026).

Peluang ekspor ke kawasan Eurasia semakin terbuka setelah adanya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Perjanjian tersebut memberikan kemudahan tarif bagi sejumlah produk Indonesia, termasuk tekstil, furnitur, dan kerajinan, sehingga dapat meningkatkan akses pasar bagi pelaku industri nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, mengatakan produk manufaktur khusus Indonesia memiliki daya tarik karena menggabungkan unsur budaya, keterampilan produksi, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar global.

"INNOPROM 2026 menjadi sarana bagi pelaku industri Indonesia untuk memperkenalkan produk bernilai tambah dan menjalin hubungan bisnis dengan mitra di kawasan Eurasia," jelas Reni.

Salah satu sektor yang memiliki peluang besar adalah furnitur dan kerajinan. Pasar furnitur rumah tangga Rusia pada 2024 mencapai sekitar USD12,8 miliar dan diperkirakan tumbuh rata-rata 5,4 persen per tahun hingga 2032. Permintaan terhadap produk premium, desain personal, dan material ramah lingkungan menjadi faktor yang mendorong perkembangan sektor tersebut.

Data Direktorat Jenderal IKMA mencatat nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai USD806,63 juta atau meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai ekspor industri kerajinan pada Triwulan I 2026 mencapai USD165,27 juta, naik 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada sektor furnitur, data Trademap dengan kode HS 9401–9403 menunjukkan nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai USD1,84 miliar. Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan pangsa 53,3 persen. Pada Triwulan I 2026, nilai ekspor furnitur tercatat USD458,56 juta, dengan Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama dengan pangsa 54,97 persen.

Enam perusahaan Indonesia yang mengikuti INNOPROM 2026 membawa produk dari berbagai subsektor manufaktur. CV Batik Teknologi Indonesia menampilkan produk batik dan mesin batik, PT Techno GIS Indonesia menghadirkan layanan survei geospasial, PT Karya Solusi Angkasa memperkenalkan teknologi drone, PT Nestra Kottama Indonesia membawa kopi specialty, PT Khadija Kriya Abadi menampilkan dekorasi rumah, sedangkan Apikmen Tandangawe Sempurno memamerkan produk fesyen dan tekstil.

Reni menambahkan bahwa keikutsertaan pelaku industri tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur bernilai tambah. Pemerintah berharap implementasi I-EAEU FTA dapat dimanfaatkan oleh industri nasional untuk meningkatkan perdagangan dan membangun kerja sama bisnis dengan negara-negara anggota EAEU.

Perjanjian I-EAEU FTA yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia, mencakup sekitar 90,5 persen pos tarif perdagangan kedua pihak. Kesepakatan tersebut diharapkan mendukung peningkatan akses produk Indonesia ke pasar Eurasia.

Melalui partisipasi pada INNOPROM 2026, Indonesia memperkuat promosi produk manufaktur nasional sekaligus memperluas jaringan kerja sama industri dengan pasar internasional. Pemerintah menargetkan semakin banyak produk Indonesia mampu memasuki pasar baru dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekspor serta perekonomian nasional.


Berita Terkini