NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Ólafur Arnalds terus mengembangkan karya yang memadukan musik klasik, ambient, elektronik, dan post-rock. Komposer, multi-instrumentalis, serta produser rekaman kelahiran 3 November 1986 itu dikenal melalui album, musik film, dan pengembangan teknologi yang digunakan dalam proses penciptaan musik.
Arnalds lahir di Mosfellsbær, tidak jauh dari Reykjavík, Islandia. Ketertarikannya pada musik klasik muncul sejak usia muda setelah mengenal karya-karya komponis seperti Frédéric Chopin. Pengalaman tersebut menjadi awal ketertarikannya pada komposisi.
Sebelum menekuni musik instrumental, Arnalds bermain drum di sejumlah grup hardcore punk dan metal, antara lain Fighting Shit dan Celestine. Perjalanan tersebut memperlihatkan perubahan arah bermusik yang kemudian membawanya ke dunia komposisi.
Kesempatan menulis bagian pembuka untuk album grup metal Jerman Heaven Shall Burn menjadi titik awal kariernya sebagai komposer. Dari proyek itu, ia mulai menyusun karya instrumental dan merilis album solo pertamanya, Eulogy for Evolution, pada 2007 melalui Erased Tapes Records.
Setelah album debut, Arnalds merilis For Now I Am Winter (2013), re:member (2018), dan Some Kind of Peace (2020). Setiap album menampilkan perpaduan piano, instrumen gesek, dan elektronik dengan karakter yang berbeda.
Selain berkarya sebagai solois, Arnalds menjalankan sejumlah proyek kolaborasi. Ia bekerja sama dengan pianis dalam album The Chopin Project. Bersama , ia membentuk duo elektronik . Ia juga merilis proyek bersama dan mendiang .
Di bidang musik film, Arnalds menyusun ilustrasi musik untuk serial televisi . Karyanya memperoleh penghargaan BAFTA untuk kategori musik orisinal televisi. Ia juga menggarap musik untuk serial dan .
Arnalds turut mengembangkan sistem Stratus Pianos, yakni dua piano otomatis yang dikendalikan perangkat lunak dan terhubung dengan satu keyboard utama. Sistem tersebut menghasilkan variasi melodi saat dimainkan. Teknologi itu kemudian dikembangkan menjadi instrumen virtual bersama Spitfire Audio.
Pada 2023, Arnalds mendirikan OPIA Community sebagai ruang bagi musisi dan komposer untuk berkarya, berkolaborasi, serta menggelar pertunjukan dan kegiatan lain.
Hingga kini, Arnalds tetap aktif merilis karya baru, tampil di berbagai negara, serta mengembangkan proyek musik yang memadukan instrumen akustik dan teknologi digital.