NARASINETWORK.COM - WONOGIRI, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, resmi mendeklarasikan diri sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso melalui Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Giri Krida Bhakti pada 3–4 Juli 2026.
Deklarasi dipimpin Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, sebagai upaya memperkuat identitas daerah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai tempat asal banyak pelaku usaha mi ayam dan bakso. Pada puncak acara, panitia menyajikan 5.555 mangkuk mi ayam bakso gratis yang mengantarkan festival tersebut meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia.
Suasana festival dimulai dengan pembacaan naskah bergaya Proklamasi yang menyatakan Wonogiri sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso. Isi naskah itu menjadi penanda lahirnya identitas kuliner yang diangkat secara resmi oleh pemerintah daerah. Deklarasi tersebut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pelaku usaha kuliner, perantau asal Wonogiri, dan masyarakat yang memadati kawasan alun-alun.
Festival tidak hanya menghadirkan sajian mi ayam dan bakso. Lebih dari 50 stan kuliner serta belasan pelaku UMKM ikut meramaikan kegiatan. Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni tradisional, hiburan musik, serta memanfaatkan voucher belanja kuliner yang disiapkan panitia selama penyelenggaraan acara.
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026. Ribuan warga mengantre sejak pagi untuk memperoleh satu dari 5.555 porsi mi ayam bakso yang dibagikan tanpa dipungut biaya. Jumlah tersebut kemudian tercatat sebagai rekor baru oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia. Dukungan penyelenggaraan juga melibatkan PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai penyedia bahan baku tepung terigu.
Nama Wonogiri telah lama melekat dengan usaha mi ayam dan bakso. Banyak perantau asal daerah ini membuka warung di berbagai kota sehingga tulisan "Mi Ayam Wonogiri" mudah ditemui di berbagai wilayah Indonesia. Jejak tersebut menjadi alasan pemerintah daerah mengangkat kuliner ini sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus sarana promosi sektor pariwisata dan ekonomi.
Mi ayam Wonogiri memiliki karakter yang mudah dikenali. Mi disajikan bersama potongan ayam berbumbu kecap yang dimasak hingga kuahnya mengental, dipadukan minyak ayam beraroma bawang putih dan rempah. Kuah kaldu disajikan terpisah sehingga dapat ditambahkan sesuai selera. Pelengkap seperti sawi hijau, daun bawang, sambal rawit, dan bakso sapi menjadi bagian yang hampir selalu hadir di setiap penyajian.
Melalui deklarasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap mi ayam dan bakso tidak hanya dikenal sebagai usaha para perantau, tetapi juga menjadi daya tarik wisata kuliner yang mampu memperkenalkan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.