NARASINETWORK.COM - Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, kembali melakukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas pemerintah. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Rabu, (8/4).
Dalam pemaparannya, Heru Tjahjono menyoroti pentingnya perubahan pola konsumsi dan pola asuh anak di tengah kemudahan akses makanan instan saat ini. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan serba instan dapat berdampak buruk terhadap kualitas gizi generasi muda.
“Anak-anak sekarang jangan terlalu sering dikasih makanan instan. Jangan apa-apa diturutin dengan selalu pesan makan. Mau makan tinggal pesan, itu tidak baik. Lebih baik dimasakin sendiri, dikasih makan dari olahan sendiri yang jelas dan terjaga gizinya. Terlebih sekarang sudah ada komposisi makanan bergizi yang direkomendasikan oleh badan gizi nasional,” ujar Heru Tjahjono.
Menurutnya, Program MBG hadir tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pola makan sehat dan seimbang. Program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih baik sejak dini.
Selain persoalan makanan, Heru juga menyoroti penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak. Ia menilai ketergantungan terhadap gawai dapat menurunkan aktivitas fisik serta berdampak pada kesehatan dan asupan gizi.
“Anak-anak sekarang kurang kreatif karena handphone. Apa-apa semua lewat handphone. Ketergantungan yang akhirnya berakibat dengan lemas dan kurangnya asupan gizi yang sesuai. Nanti kalau terus-terusan seperti itu, Program MBG dari Bapak Presiden ini tidak jalan. Saya pesan dan ingatkan, jangan menggunakan handphone untuk mendidik anak,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, para narasumber juga menekankan pentingnya asupan makanan yang tidak hanya bergizi seimbang, tetapi juga aman dikonsumsi. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mengawal pelaksanaan Program MBG agar berjalan optimal dan tepat sasaran.