NARASINETWORK.COM - PADANG, Rencana penanaman 100 pohon dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni 2026 mendatang, mendapat dukungan penuh dari Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si. Jumlah bibit yang disiapkan pun meningkat menjadi sepuluh kali lipat dari rencana awal.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda saat menerima kunjungan panitia IMLF-4 di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan kesiapan pihaknya menyumbang 1.000 bibit pohon untuk kegiatan nanti. Acara IMLF-4 sendiri digagas oleh Satupena Sumatera Barat bersama sejumlah mitra kerja, bertepatan dengan perayaan 100 tahun Jam Gadang.
“Kami siap menyumbangkan 1.000 bibit pohon yang bisa ditanam pada acara IMLF-4,” ujar Irjen Gatot.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Turut hadir Ketua Panitia IMLF-4 Sastri Bakry, Sekretaris Armaidi Tanjung, Koordinator Seminar Pariwisata Zusneli Zubir, serta Koordinator Seminar Sastra dan Kecerdasan Buatan Rita Novita. Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama jajaran Polda Sumatera Barat.
Menurut keterangan Irjen Gatot, jenis bibit yang diserahkan mencakup jengkol, durian, rambutan, matoa, dan beragam jenis pohon buah lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan yang terus dikembangkan oleh pihak kepolisian.
“Kami membudayakan penanaman bibit agar alam tetap terjaga. Sering kali kami berikan bibit pada momen tertentu untuk ditanam. Jika menyayangi alam, maka alam akan menyayangi kita,” jelas Gatot.
Ia juga menguraikan makna sederhana dari kegiatan menanam pohon. Akar berfungsi sebagai penopang tegaknya kehidupan, dahan menjadi tempat berteduh, daun memberi keteduhan, batang dapat dijadikan sandaran, dan buahnya bisa dinikmati oleh banyak orang.
Sebagai wujud dukungan nyata, Kapolda menyerahkan bibit pohon berkemasan khusus bertanda lambang Polri bintang dua kepada Sastri Bakry dan Armaidi Tanjung. Sebagai tanda terima kasih, keduanya menyerahkan buku hasil karya masing-masing kepada Kapolda.
Sastri Bakry menyampaikan, IMLF-4 akan berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Juni 2026. Acara ini mendatangkan peserta dari 35 negara, dan hingga kini sudah tercatat lebih dari 230 orang yang mendaftar. Berbagai kegiatan disiapkan melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, pihak swasta, dan kelompok lain yang peduli pada pengembangan wawasan dan budaya.
“Bantuan dari pihak kepolisian lewat Kapolda Sumbar menjadi kabar gembira. Hal ini tentu menambah semangat panitia, peserta, dan semua pihak yang terlibat. Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut serta dalam urusan sosial dan budaya. Kekuatan bangsa sesungguhnya tumbuh dari nilai budaya yang dipegang teguh,” kata Sastri.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi sudah menyiapkan bibit ketapang untuk rencana penanaman 100 pohon awal. Tim panitia juga telah melakukan pengecekan lokasi beberapa kali di kawasan Tabing Barasok guna menentukan tempat yang paling sesuai. Peninjauan terakhir dilakukan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Kegiatan menanam pohon ini sejalan dengan tujuan utama IMLF-4, yaitu “Literasi untuk Peradaban”. Upaya menjaga lingkungan hidup merupakan satu cara merawat masa depan kehidupan manusia.