NARASINETWORK.COM - TANGERANG, Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Program Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 pada 7 hingga 10 Juli 2026 di Hotel Atria Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk membentuk murid sebagai peer influencers yang mampu mengajak teman sebaya membangun perilaku positif di sekolah dan ruang digital melalui proses seleksi, pelatihan, serta rangkaian kegiatan apresiasi.
Program BSS 2026 hadir sebagai upaya menghadapi perkembangan teknologi yang membuat anak dan remaja tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga pihak yang ikut membentuk budaya digital. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya murid yang mampu menyebarkan kebiasaan baik, mencegah perundungan siber, serta mendukung terciptanya ruang digital yang aman bagi anak.
Pelaksanaan program ini sejalan dengan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP TUNAS) serta Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur upaya perlindungan anak pada ruang digital.
Direktur SMP Kemendikdasmen, Maulani Mega Hapsari, menyampaikan bahwa antusiasme peserta BSS 2026 meningkat. Sebanyak 3.896 murid dari 38 provinsi mengikuti tahapan seleksi melalui pemeriksaan administrasi, kurasi video, dan wawancara daring. Hasil seleksi menetapkan 76 finalis dari 36 provinsi, termasuk tiga murid dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Keberadaan 76 finalis ini menunjukkan adanya generasi muda yang siap membawa perubahan positif. Mereka bukan hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga memiliki peran sebagai penggerak kebaikan bagi teman sebayanya," ujar Maulani saat kegiatan puncak apresiasi BSS 2026 di Gading Serpong, Tangerang, Selasa (7/7/2026).
Para finalis mengikuti berbagai kegiatan, seperti Parade Budaya Nusantara, penguatan kapasitas, BSS Championship, validasi bakat, serta kunjungan edukatif ke Monumen Nasional, Kantor Kemendikdasmen, dan Istana Negara. Setelah rangkaian kegiatan selesai, para peserta akan dikukuhkan sebagai Duta Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto, mengatakan BSS memiliki tiga tujuan utama, yaitu menghadirkan murid teladan, membangun informasi yang sehat, serta memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman.
"Selempang BSS yang akan dikenakan bukan sekadar atribut, tetapi tanda tanggung jawab. Setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta diharapkan mampu mengajak teman-temannya menjauhi kekerasan, menjaga lingkungan, dan meraih prestasi," kata Biyanto.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menambahkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berkaitan dengan kesehatan fisik, mental, dan sosial. Menurutnya, dukungan teman sebaya memiliki peran penting untuk menciptakan hubungan sosial yang positif.
"Sampaikan kepedulian kepada sesama, cegah bullying, dan hindari sikap yang membuat teman merasa tersisih. Sekolah perlu menjadi tempat yang mendukung tumbuhnya hubungan sosial sehat bersama guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah," ujarnya.
Melalui Program Bintang Sobat SMP 2026, Kemendikdasmen berharap murid dapat berperan sebagai pengguna teknologi yang bijak sekaligus penggerak budaya digital yang sehat. Peran para finalis diharapkan mampu memperluas pengaruh positif sehingga sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak Indonesia.