Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI, Perkuat Persatuan dan Akhlak Bangsa

Sabtu, 1 Aug 2026 22:00
Pemerintah menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), sebagai pembuka rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Istimewa

NARASINETWORK.COMJAKARTA, Pemerintah menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam, sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 ribu peserta dari berbagai daerah dan latar belakang agama ini bertujuan memanjatkan doa bagi bangsa sekaligus menguatkan persatuan melalui zikir, doa, dan ibadah bersama.

Acara diawali dengan khotmil Al-Qur'an yang dipimpin Kepala Subdirektorat Tilawah Al-Qur'an, Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti, bersama tujuh qari. Bacaan Al-Qur'an dimulai dari Surah Ad-Dhuha hingga Surah An-Nas, kemudian dilanjutkan doa khotmil yang dipimpin Imam Rawatib Masjid Istiqlal, Ustaz H. Muzakkir Abdul Rahman, MA.

Dalam doanya, Muzakkir memohon agar pahala bacaan Al-Qur'an dihadiahkan kepada para pahlawan dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Ia juga memanjatkan doa agar bangsa Indonesia memperoleh keamanan, kesejahteraan, persatuan, serta pemimpin yang diberi petunjuk untuk menjalankan amanah.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian tilawah Surah Ar-Rahman ayat 1–14 oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran International Al-Ameed Ke-3 di Karbala, Irak, tahun 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa zikir dan doa kebangsaan menjadi ikhtiar batin yang menyertai upaya membangun Indonesia. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi, teknologi, dan politik, tetapi juga oleh doa, akhlak yang baik, serta kerukunan antarumat beragama.

"Dengan zikir meneguhkan hati, dengan doa mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta malam ini datang dari berbagai wilayah dan agama untuk berdoa bagi Indonesia," ujar Nasaruddin.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Karena itu, rasa syukur perlu diwujudkan melalui persatuan dan kerja bersama.

Imam Masjid Istiqlal, Dr. H. Husni Ismail, M.Ag. memimpin pembacaan doa mewakili umat Islam pada Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam doanya, Husni Ismail mengajak seluruh bangsa bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan Allah SWT. Ia juga memohon agar Indonesia senantiasa diberi persatuan, kedamaian, kemajuan, serta kekuatan untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.

Berikut teks lengkap doa yang dipanjatkan Dr. H. Husni Ismail, M.Ag. mewakili umat Islam :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَىٰ صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ، حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ

"Ya Allah, Tuhan Tempat Kami Bertawajjuh. Malam ini kami warga bangsa Indonesia kembali bersimpuh, Berkumpul senandungkan zikir dan doa dengan bergemuruh, Persembahkan syukur atas karunia kemerdekaan sebagai suluh, Anugerahkan bangsa kami persatuan dan kesatuan yang tangguh, Agar kemajuan dan kesejahteraan bangsa kami terus tumbuh."

"Ya Allah, Tuhan Yang Maha Cahaya, Cahaya Wajah-Mu menyinari dan menembus alam raya, Sinarilah selalu relung hati, pikiran dan langkah kami dengan cahaya, Bekalilah perjuangan kami dengan semangat yang terus membahana, Ungkapkan syukur dalam etos kerja dan kesungguhan berkarya, Persembahkan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara."

"Ya Allah, Tuhan Yang Titahkan Kami Bersyukur, Anugerahkanlah kami kemampuan untuk persembahkan syukur, Atas semua karunia-Mu yang telah terhampar dan tertabur, Tetapkanlah kemuliaan surga-Mu untuk para pahlawan yang gugur, Mampukan kami meneladani mereka dalam bersikap dan bertutur, Wariskan pada kami kearifan dan keindahan budaya para leluhur, Wujudkanlah cita kami, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur."

"Ya Allah, Tuhan Yang Maha Suci, Anugerahi kami kebeningan hati, hasrat yang tulus dan suci, Untuk membangun bangsa dan terus memajukan ibu pertiwi, Mempersembahkan karya-karya terbaik dan mengukir prestasi, Semua elemen bangsa bergotongroyong, bersinergi dan kolaborasi, Memelihara jalinan persaudaraan, tenggang rasa dan toleransi."

"Ya Allah, Tempat Semua Asa dan Cita Tertuju, Rahmat dan berkah-Mu selalu kami damba dan kami rindu, Semoga Para pemimpin kami selalu dalam lindungan dan bimbingan-Mu, Bangsa kami dalam keindahan cahaya cinta dan kesejukan kalbu, Wujudkanlah bangsa kami dalam kemurahan kasih karunia-Mu, Bangsa yang Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju."

رَبَّنَا آتِنَا فىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفىِ اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ   وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Menag juga menyampaikan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Capaian tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47 dan mendekati target 2029 sebesar 78,25.

Selain menyampaikan pesan tentang persatuan, Menag memaparkan sejumlah program Kementerian Agama. Sebanyak lebih dari 5,1 juta peserta didik memperoleh manfaat Program Indonesia Pintar, sedangkan 289.255 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan menerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah.

Pemerintah juga melakukan revitalisasi terhadap 556 madrasah dan sekolah keagamaan, membangun 352 madrasah serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri. Digitalisasi pembelajaran diperkuat melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital ke 551 madrasah.

Pada sektor pesantren, Kementerian Agama memperkuat pembinaan melalui Direktorat Jenderal Pesantren dan mendorong pengembangan ekonomi pesantren. Program Kurikulum Berbasis Cinta juga terus diterapkan untuk membentuk peserta didik yang menghargai sesama dan lingkungan.

Di bidang pemberdayaan ekonomi umat, penghimpunan zakat pada 2025 mencapai Rp44,698 triliun atau meningkat 12 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan manfaat yang menjangkau sekitar 140 juta mustahik. Aset wakaf tercatat sebanyak 467.237 bidang tanah seluas sekitar 50 ribu hektare. Penghimpunan wakaf uang mencapai sekitar Rp4,7 triliun dan disalurkan kepada sekitar 750 ribu penerima manfaat, sementara pengembangan wakaf produktif dilakukan melalui 514 titik inkubasi.

Acara juga diisi doa lintas agama yang dipimpin enam tokoh agama secara bergantian. Doa diawali oleh Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty mewakili Kristen Protestan, dilanjutkan Romo Fransiskus Yance Sengga mewakili Katolik, Pinandita Gede Pastika mewakili Hindu, Bhikkhu Bhadranatha Thera mewakili Buddha, Xs. Budi S. Tanuwibowo mewakili Konghucu, dan ditutup H. Husni Ismail mewakili Islam.

Menjelang akhir kegiatan, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin Selawat Kebangsaan yang diikuti ribuan jemaah di kawasan Monas. Sejumlah menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh lintas agama turut menghadiri kegiatan tersebut.

Menutup sambutannya, Menteri Agama mengajak seluruh masyarakat menjadikan doa sebagai penguat ikhtiar membangun Indonesia. Ia berharap kebersamaan yang terjalin pada Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi penguat persatuan serta membawa kebaikan bagi perjalanan bangsa pada masa yang akan datang.

Berita Terkini

Arif Onelegz "Rising Beyond Limits"

Nasional • Kamis, 30-Jul-2026 01:25