NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan kembali menghadirkan ajang pencari kerja melalui Job Fair dalam rangkaian Bandung Bedas Expo 2026. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, dengan antusiasme masyarakat yang terlihat tinggi sejak hari pertama, Jumat (17/4/2026).
Berlokasi di Jalan Al Fathu, Soreang, Job Fair berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini kemudian dilanjutkan pada Minggu (19/4/2026) dengan layanan Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital, yang semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi lowongan kerja secara modern.
Pantauan dilapangan, area Job Fair dipadati para pencari kerja dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung. Mereka tampak antusias mendatangi stand-stand perusahaan yang menawarkan beragam posisi pekerjaan.
Kehadiran kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, khususnya bagi lulusan baru maupun mereka yang masih mencari pekerjaan. Job Fair ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia industri.
Acara ini turut dibuka langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permana, juga hadir dan terlihat aktif berinteraksi dengan para pengunjung maupun perwakilan perusahaan.
Emma Dety bahkan menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pencari kerja, memberikan motivasi serta semangat agar mereka terus berusaha meningkatkan taraf hidup melalui peluang kerja yang tersedia.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Dadang Komara, menjelaskan bahwa Job Fair tahun ini menyediakan sekitar 1.200 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan.
“Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Kami berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pencari kerja,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dadang juga menegaskan bahwa layanan GBK Bedas Digital akan terus berjalan secara rutin setiap Senin dan Kamis. Layanan ini tersedia baik di Mall Pelayanan Publik (MPP) maupun di delapan kecamatan di Kabupaten Bandung.
Menurutnya, ke depan sistem pelayanan ketenagakerjaan akan semakin mengarah ke digitalisasi. Perusahaan didorong untuk aktif menyampaikan informasi lowongan kerja melalui platform yang telah disediakan, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Ke depan, kami tidak lagi membuka layanan secara manual. Semua akan berbasis digital, baik melalui aplikasi maupun platform yang terintegrasi dengan Dinas Ketenagakerjaan,” tambahnya.
Dengan kesiapan tenaga kerja dan dukungan sistem digital yang terus dikembangkan, Pemkab Bandung optimistis mampu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
"Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 bukan sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi langkah konkret dalam membuka peluang kerja dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung," pungkasnya.
**