NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Tumpukan sampah di sekitar Pasar Ciparay kembali menjadi sorotan warga. Selain mengganggu kenyamanan, sampah yang menumpuk di sejumlah titik juga menimbulkan bau menyengat yang dirasakan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPTD Pengangkutan Sampah Wilayah 4, Kartika Putri, menjelaskan bahwa pengangkutan sampah telah dijadwalkan dan akan kembali dilakukan sesuai alokasi yang tersedia.
"Memang jadwal pengangkutannya hari ini, Setelah operasi bersih sebelumnya, pengangkutan dijadwalkan seminggu sekali selama masih ada kuota di TPA," ujar Kartika, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, sejak pekan lalu pihaknya berupaya melakukan pengangkutan rutin setiap minggu guna mengurangi penumpukan sampah di sejumlah wilayah pelayanan, termasuk kawasan Pasar Ciparay.
Namun, pengangkutan sampah saat ini masih bergantung pada ketersediaan kuota pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Kartika menyebut saat ini telah memasuki minggu kedua penggunaan kuota yang tersedia.
"Sekarang sudah masuk minggu kedua kuota. Diperkirakan Rabu atau Kamis kuotanya habis," katanya.
Untuk titik penumpukan sampah yang sebelumnya juga telah ditangani melalui BBBS, pihaknya berencana kembali mengirimkan armada tambahan apabila kuota masih memungkinkan.
"Nanti kami kirim lagi armada untuk kegiatan BBBS minggu ini kalau kuotanya masih ada," ungkap Kartika.
Berdasarkan informasi dari petugas TPA, sisa kuota pembuangan sampah hingga saat ini masih berada di angka lebih dari 1.000 ton.
Meski demikian, warga berharap pengangkutan dapat dilakukan secara lebih cepat dan intensif agar tumpukan sampah di kawasan Pasar Ciparay tidak semakin mengganggu aktivitas perdagangan maupun kesehatan lingkungan.
Persoalan sampah di kawasan pasar sendiri menjadi tantangan yang terus dihadapi, terutama di tengah keterbatasan kapasitas TPA.
Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
**