BPBD Kabupaten Bandung Percepat Distribusi Air Bersih, Gandeng PMI hingga PDAM Tangani Dampak Kekeringan

Rabu, 5 Aug 2026 18:36
Pendistribusian air bersih oleh sejumlah pihak di wilayah kabupaten bandung Istimewa

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beni Sonjaya, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan di beberapa kecamatan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Upaya tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat kekeringan yang dilakukan BPBD bersama berbagai unsur terkait.


Menurut Beni, dalam pelaksanaan distribusi air bersih, BPBD tidak bekerja sendiri. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial (Dinsos), Kodim, Polresta Bandung, serta Perumda Air Minum Tirta Raharja (PDAM) agar penanganan dapat berjalan lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.


"Sudah beberapa kecamatan yang kami distribusikan air bersih. Penanganannya kami lakukan secara bersama-sama dengan PMI, Dinsos, Kodim, Polres, dan PDAM," ujar Beni Sonjaya, dihubungi Narasinetwork, Rabu (6/8/2026)


Meski demikian, hingga saat ini BPBD Kabupaten Bandung masih melakukan pendataan terkait total distribusi yang telah dilakukan. Jumlah kecamatan penerima bantuan maupun volume air bersih yang telah disalurkan secara keseluruhan masih dalam proses rekapitulasi.


BPBD memastikan pendistribusian akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan, terutama bagi wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya sumber air selama musim kemarau.


Alur Permohonan Air Bersih


BPBD Kabupaten Bandung juga telah menetapkan mekanisme permohonan bantuan air bersih agar penyaluran lebih tertib dan tepat sasaran, yakni:


1. Masyarakat terdampak melaporkan kondisi kekeringan kepada pemerintah desa.



2. Pemerintah desa mengajukan surat permohonan bantuan kepada pihak kecamatan.



3. Kecamatan melaporkan permohonan melalui dashboard pimpinan sesuai data yang diterima.



4. BPBD mengirimkan bantuan air bersih berdasarkan antrean dan prioritas dalam sistem.




Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa ketentuan yang menjadi perhatian, di antaranya wilayah yang mengajukan dengan data paling lengkap akan menjadi prioritas pengiriman. Selain itu, lokasi penerima harus memiliki tandon atau bak penampungan sebagai syarat penyaluran air bersih. Apabila suatu wilayah belum dapat menerima layanan saat jadwal pengiriman, maka distribusi akan dijadwalkan kembali maksimal tiga hari berikutnya.


BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat sehingga permohonan bantuan dapat diproses sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan berbagai lembaga, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau dapat terpenuhi secara optimal.

Berita Terkini

Arif Onelegz "Rising Beyond Limits"

Nasional • Kamis, 30-Jul-2026 01:25