Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku

Senin, 31 Aug 2026 19:40
Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto Tangkapan layar

NARASINETWORK.COM | KAB. BANDUNG

- Kursi Kapolresta Bandung kembali berganti. Di balik rotasi tersebut, muncul nama Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, seorang perwira yang bukan wajah baru di Jawa Barat dan memiliki perjalanan panjang di dunia reserse.


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi sejumlah perwira menengah di lingkungan Polda Jawa Barat melalui tiga Surat Telegram, masing-masing ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026 dan ST/1879/VIII/KEP./2026 yang diterbitkan Minggu (30/8/2026).


Dalam rotasi tersebut, Tri Suhartanto ditunjuk menjadi Kapolresta Bandung menggantikan Kombes Pol Aldi Subartono.

Aldi selanjutnya mengikuti pendidikan Sespimti Dikreg ke-36 T.A. 2026.


Penunjukan Tri menjadi perhatian karena rekam kariernya cukup panjang. Ia bukan hanya berpengalaman memimpin satuan kewilayahan, tetapi juga memiliki latar belakang kuat di bidang penyidikan.


Dari Bandung, Berkeliling Jabar, hingga KPK


Tri Suhartanto merupakan perwira lulusan Akpol 1997. Kariernya banyak bersentuhan dengan fungsi reserse, termasuk di wilayah Jawa Barat.


Jejaknya tercatat mulai dari Kanit Reskrim Polsek Kiaracondong pada 2008, kemudian Kanit Reskrim Polsek Astana Anyar, Kasat Reskrim Polres Sumedang, hingga Kasat Reskrim Polres Bandung.


Ia juga pernah dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Purwakarta serta sejumlah posisi kewilayahan di wilayah Bogor, seperti Kapolsek Gunung Putri, Kapolsek Babakan Madang, Kapolsek Citeureup dan Kabag Ops Polresta Bogor.


Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Tri tidak hanya berada di balik meja penyidikan. Ia juga cukup lama bersentuhan langsung dengan dinamika keamanan masyarakat di lapangan.


Namun perjalanan kariernya kemudian membawa Tri ke tingkat nasional.

Pada akhir 2018, ia ditugaskan sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di lembaga antirasuah tersebut, Tri tercatat pernah dipercaya sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyidikan.


Ia menjalankan tugas di KPK hingga Februari 2023 sebelum kembali ke institusi asalnya, Polri. KPK menyatakan pengembalian Tri ke Polri terjadi karena masa penugasannya telah berakhir.


Pernah Memimpin Polres Kotabaru dan Polres Cimahi

Setelah kembali ke Polri, karier Tri kembali bergerak naik.

Pada 2023, ia dipercaya menjadi Kapolres Kotabaru, Polda Kalimantan Selatan.


Tidak lama kemudian, ia kembali ke Jawa Barat. Pada Juli 2024, Tri dipercaya memimpin Polres Cimahi.

Jabatan tersebut kemudian beralih pada April 2025 ketika Tri mendapat penugasan sebagai Wakapolres Metro Jakarta Barat.

Tri juga tampil dalam sejumlah kegiatan yang menunjukkan pendekatan kepolisian berbasis masyarakat. Pada 2025, misalnya, ia terlibat dalam kegiatan sosial Polres Metro Jakarta Barat yang membagikan 2.000 paket sembako kepada masyarakat dan pengemudi ojek online.


Pernah Disorot karena Transaksi Rp300 Miliar


Namun rekam jejak Tri juga pernah menjadi sorotan publik.

Pada 2023, namanya dikaitkan dengan informasi mengenai transaksi perbankan mencapai sekitar Rp300 miliar yang muncul dalam pemberitaan terkait mantan penyidik KPK.


Isu tersebut kemudian mendapatkan perhatian karena Tri memang pernah bertugas sebagai penyidik KPK.


Divisi Propam Polri saat itu melakukan klarifikasi untuk memastikan informasi tersebut. Bahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran etik maupun persoalan pidana.


Namun, KPK memberikan penjelasan bahwa transaksi tersebut tidak berkaitan dengan tugas Tri selama berada di KPK.


KPK menyebut transaksi tersebut merupakan perputaran uang yang berkaitan dengan bisnis pribadi Tri yang telah berjalan sejak 2004, jauh sebelum ia bertugas di KPK. KPK juga menyebut rekening yang dimaksud telah ditutup sejak 2018.


Dengan demikian, isu tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan karier yang pernah mendapat sorotan, bukan sebagai kesimpulan bahwa Tri terbukti melakukan pelanggaran.


Kini Kembali ke Jawa Barat


Kini, setelah melewati sejumlah jabatan di daerah, pengalaman di Bareskrim, penugasan di KPK, memimpin Polres Kotabaru dan Polres Cimahi, hingga menjadi Wakapolres Metro Jakarta Barat, Tri kembali mendapat kepercayaan memimpin wilayah di Jawa Barat.


Bahkan jabatan terakhirnya sebelum ditunjuk sebagai Kapolresta Bandung adalah sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK III Kortastipidkor Polri, sebuah posisi yang semakin mempertegas latar belakangnya di bidang penegakan hukum dan penyidikan.


Sebagai Kapolresta Bandung, Tri akan berhadapan dengan wilayah yang memiliki karakteristik kompleks: kepadatan penduduk, mobilitas kendaraan yang tinggi, persoalan lalu lintas, kriminalitas, narkotika, konflik sosial, hingga berbagai persoalan keamanan yang muncul di kawasan perkotaan dan daerah penyangga Bandung.


Pengalaman panjangnya di bidang reserse tentu menjadi modal.


Tetapi pada akhirnya, masyarakat Kabupaten Bandung tidak hanya akan melihat panjangnya daftar jabatan yang pernah diemban.


Publik akan menunggu apa yang benar-benar dilakukan Tri Suhartanto setelah memimpin Polresta Bandung.


Sebab bagi masyarakat, ukuran seorang Kapolresta bukan sekadar seberapa panjang rekam kariernya, melainkan seberapa nyata rasa aman, pelayanan dan penegakan hukum yang mereka rasakan.

Berita Terkini