NARASINETWORK.COM - Upaya masyarakat dalam membangun kemandirian pangan terus menunjukkan hasil yang memuaskan. Di tengah aktivitas sehari-hari warga Kampung Sawah, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, sekelompok pembudidaya ikan berhasil menikmati hasil jerih payah mereka melalui kegiatan panen ikan lele di lokasi Keramba Merah Putih, Kamis (9/1/2026).
Kegiatan panen ini berlangsung di kawasan Jalan Camar, RT 05/11, yang dikelola oleh kelompok pembudidaya ikan dengan ketua pelaksana Suryadi. Acara ini juga menjadi bagian dari program monitoring dan pembinaan yang secara teratur dilakukan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Wilayah Administrasi Jakarta Utara.
Bagi Suryadi sebagai ketua kelompok, panen kali ini bukan sekadar hasil usaha individu atau kelompok, melainkan buah dari perjuangan yang melalui berbagai tahap penuh tantangan. "Awalnya tidak mudah. Kami belajar secara bertahap, pernah mengalami kegagalan, ikan mati dalam jumlah cukup banyak, dan pemberian pakan juga perlu diatur dengan ketat. Namun kami memilih untuk tidak menyerah dan terus berusaha memperbaiki metode budidaya. Alhamdulillah, hari ini kami dapat melakukan panen dengan hasil yang baik, rasanya sangat bersyukur," ujar Suryadi dalam sambutannya saat acara panen berlangsung.
Kegiatan budidaya ikan di Keramba Merah Putih dimulai beberapa bulan sebelumnya dengan dukungan penuh dari pihak berwenang. Kelompok ini menjalani serangkaian pelatihan dan bimbingan teknis untuk memastikan proses budidaya berjalan sesuai dengan standar yang dianjurkan. Mulai dari pemilihan bibit ikan yang berkualitas, pengelolaan kualitas air kolam, hingga pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan ikan, semua dilakukan dengan penuh perhatian dan ketelitian.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini memiliki tujuan ganda, yaitu untuk melaksanakan proses panen ikan lele sekaligus melakukan pengawasan terhadap kondisi pembudidayaan ikan yang menjadi program binaan daerah. Dari satu unit keramba berukuran 2 x 3 meter, kelompok berhasil memperoleh hasil panen sebanyak 40 kilogram ikan lele dengan kualitas fisik yang baik dan siap untuk dikonsumsi atau memasuki tahap pemasaran.
"Proses panen hari ini berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara pembudidaya dan tim dari Sudin KPKP. Kami melakukan pemantauan mulai dari penentuan waktu panen yang tepat, proses pengambilan ikan dari keramba, hingga pengecekan kualitas dan berat hasil panen," tambah Novy.
Selain keramba lele yang telah memasuki tahap panen, di lokasi Keramba Merah Putih juga terdapat tiga unit keramba lainnya yang masih dalam masa pemeliharaan. Ketiga keramba tersebut masing-masing berisi ikan nila, ikan lele, dan ikan gurame dengan jumlah populasi yang cukup besar. Meskipun belum memasuki masa panen yang optimal, kondisi ikan pada ketiga keramba tersebut menunjukkan perkembangan yang positif dan diharapkan dapat menghasilkan hasil yang memuaskan ketika memasuki tahap panen.
Novy Christine Palit menambahkan, pihak Sudin KPKP Jakarta Utara berharap hasil panen yang diperoleh pada kesempatan ini dapat menjadi awal yang baik dan terus berlanjut ke siklus budidaya berikutnya. "Kami mengajak para pembudidaya untuk tetap menjaga semangat dan konsistensi dalam menjalankan aktivitas budidaya. Hasil panen yang diperoleh hari ini diharapkan dapat dialokasikan kembali untuk keperluan operasional berikutnya, seperti pembelian benih ikan baru, persediaan pakan, serta pemeliharaan sarana dan prasarana keramba. Dengan demikian, dalam jangka waktu yang panjang, program budidaya ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan penghasilan bagi setiap anggota kelompok pembudidaya ikan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Jakarta Utara, Riyadi Akbar, menegaskan bahwa program pendampingan dan pengawasan terhadap seluruh kelompok pembudidaya ikan di wilayah Jakarta Utara akan terus dilakukan secara berkala. Pihaknya juga telah memberikan berbagai bentuk bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran aktivitas budidaya, antara lain berupa pasokan benih ikan berkualitas, pakan ikan yang sesuai dengan jenis dan usia ikan, material waring untuk pembuatan keramba, pompa air untuk pengaturan kualitas air, alat serokan ikan untuk memudahkan proses pemanenan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam kegiatan budidaya. "Kami berharap setiap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang maksimal dan hasil budidaya yang dihasilkan dapat selalu dipanen dengan kondisi yang baik," kata Riyadi.
Melalui kegiatan panen ikan lele ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus mendorong para pembudidaya ikan agar mampu mencapai kemandirian secara ekonomi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan bagi masyarakat di lingkungan sekitar. Dengan adanya kemampuan untuk membudidayakan sumber pangan sendiri, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dan memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan makanan segar dengan harga yang terjangkau.
Selain itu, program budidaya ikan di Keramba Merah Putih juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kegiatan ini mampu menyerap tenaga kerja lokal, terutama bagi warga yang memiliki waktu luang atau ingin mengembangkan usaha sampingan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, sistem budidaya ikan yang diterapkan di lokasi ini menggunakan metode yang ramah lingkungan dan tidak memberikan dampak negatif terhadap sumber daya air sekitar.
Pihak Sudin KPKP Jakarta Utara juga mengungkapkan rencana untuk mengembangkan program serupa ke beberapa wilayah lain di Jakarta Utara. Tujuan utama adalah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang memiliki minat dan potensi dalam bidang budidaya ikan, sehingga dapat bersama-sama membangun fondasi yang kuat bagi kemandirian pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan upaya membangun kemandirian pangan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Jakarta Utara.