Penguatan Tebu Rakyat Jadi Sandaran Capai Swasembada Gula Nasional

Selasa, 10 Mar 2026 16:31
Kementerian Pertanian menjadikan penguatan tebu rakyat sebagai sandaran swasembada gula nasional. Pada 2026, akan disalurkan 5,9 miliar mata benih untuk areal 99.547 hektare di 10 provinsi dan 74 kabupaten. Istimewa

NARASINETWORK.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan upaya percepatan swasembada gula nasional dengan fokus pada penguatan pengembangan tebu rakyat. Pada tahun ini, pemerintah menetapkan target penyaluran bantuan sebanyak 5,9 miliar mata benih tebu untuk pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare, yang akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat areal tanam tebu sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan tebu rakyat, agar kebutuhan gula nasional dapat terpenuhi secara terus-menerus.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa penguatan komoditas tebu termasuk dalam prioritas pemerintah dalam rangka mencapai swasembada gula. Pemerintah terus melakukan penyesuaian dan perbaikan dari tahap hulu hingga hilir untuk memastikan sistem produksi gula nasional menjadi lebih kokoh.

“Kami melakukan pembenahan mulai dari penyediaan benih, pola tanam yang tepat, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuan yang ingin dicapai adalah agar pekebun mendapatkan keuntungan yang nyata,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resmi pada hari Selasa.

Pemerintah juga menargetkan produksi gula nasional meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada tahun 2026. Peningkatan tersebut diharapkan sejalan dengan perluasan dan optimalisasi lahan tebu nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Upaya percepatan swasembada gula telah dimulai sejak tahun 2025. Sepanjang tahun tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan telah menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani. Bantuan tersebut setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program tahun 2025 dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa ketersediaan benih unggul menjadi dasar penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu di tingkat pekebun.

“Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu. Melalui program bantuan benih, pemerintah berupaya memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul, sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat mengalami peningkatan,” kata Roni.

Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha penangkar benih, serta para pekebun. Tujuan koordinasi tersebut adalah agar proses penyaluran benih dapat berjalan sesuai jadwal dan tepat pada sasaran yang dituju.

Dengan penguatan penyediaan benih serta perluasan pengembangan tebu rakyat, pemerintah memiliki keyakinan bahwa produksi gula nasional akan terus mengalami peningkatan. Selain memperkuat pasokan gula dalam negeri, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup pekebun dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.

Berita Terkini