Lebaran Yatim Kebersamaan dan Pelestarian Budaya di Kabupaten Bekasi

Selasa, 30 Jun 2026 13:29
Sebanyak 126 anak yatim dari berbagai kecamatan berkumpul di Gedung Juang, Tambun Selatan, pada (27/6/2026). Kegiatan ini diprakarsai Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi dan didukung komunitas seni setempat. Nana Wiyono

NARASINETWORK.COM - BEKASI, Sebanyak 126 anak yatim dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi berkumpul di Gedung Juang, Tambun Selatan, pada Sabtu (27/6/2026) Kegiatan bertajuk Lebaran Yatim ini diprakarsai oleh Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi (DKK) dan didukung Komunitas Seni dan Sastra Bekasi (KSSB) serta wadah PAKAT. Tujuannya agar anak-anak merasakan kebahagiaan, memperoleh hiburan, kesempatan bermain, serta santunan dalam suasana kebersamaan pasca-Lebaran.

Ketua DKK Bekasi, Iswandi Ichsan, menyatakan acara disusun sedemikian rupa agar hati anak-anak merasa senang. “Ini adalah Lebaran Yatim, jadi tujuan utamanya adalah menyenangkan hati mereka. Saat ini kami masih mengemas kegiatannya dengan cara yang sederhana dan akrab, sesuai kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Berbagai hiburan tradisional disajikan untuk memeriahkan suasana. Salah satu yang paling diminati adalah atraksi sisingaan, kesenian khas yang diusung oleh empat orang dan bergerak mengikuti irama musik. Tersedia empat unit sisingaan dengan bentuk beragam, dan setiap anak diberi kesempatan untuk menaikinya. Selain itu, ada permainan tebak-tebakan, seperti menebak jenis hewan dari gerakan yang diperagakan pemandu.

Oman Abdul Rahman, salah satu panitia, menjelaskan peserta merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah tersebut. “Total ada 126 anak yatim yang hadir dalam kegiatan kali ini,” katanya.

Selain acara kebersamaan, DKK Bekasi juga meresmikan wadah baru bernama S‑Pakat, kependekan dari Silaturahmi para Ketua dan Tokoh. Wadah ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarwarga serta para penggiat seni dan budaya di daerah.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai. Di panggung utama disuguhkan beragam pertunjukan, antara lain pembacaan puisi, pantun, tari Nusantara, tari Bali, penampilan vokal, biola, dan keroncong. Anak yatim juga tampil membawakan permainan marawis. Bagi yang hadir, tersedia sesi menggambar wajah secara langsung.

Acara ini menjadi sarana mempertemukan penggiat seni, sastra, serta tokoh masyarakat. Penyelenggaraannya bersifat terbuka dan melibatkan peserta dari berbagai lapisan, sehingga suasana berlangsung akrab dan santai.

Berita Terkini