Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern

Sabtu, 28 Mar 2026 18:11
    Bagikan  
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Istimewa

Gaya hidup sedentari adalah pola hidup minim aktivitas fisik yang ditandai dengan durasi duduk atau berbaring terlalu lama di luar jam tidur. 

NARASINETWORK.COMJAKARTA, Gaya hidup sedentari menjadi fenomena yang semakin umum ditemui seiring perubahan pola kerja dan kemajuan teknologi. Perilaku ini merujuk pada aktivitas fisik rendah dengan pengeluaran energi di bawah 1,5 METs, yang biasanya terjadi saat seseorang menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring di luar jam tidur. Kementerian Kesehatan RI mengategorikan kebiasaan tersebut sebagai pola hidup minim gerak yang memicu berbagai gangguan kesehatan jangka panjang.

Ciri utama perilaku ini terlihat dari kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer, televisi, atau ponsel pintar. Penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak tempuh dekat serta kurangnya aktivitas berjalan kaki menjadi indikator utama individu yang kurang aktif. Fenomena yang sering disebut sebagai budaya rebahan ini berdampak buruk jika dibiarkan terus-menerus tanpa adanya jeda gerak yang cukup di sela kesibukan harian.
Dampak buruk bagi kesehatan fisik mencakup peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe dua, hingga tekanan darah tinggi. Kurangnya pergerakan tubuh menghambat sirkulasi darah yang memicu gangguan fungsi jantung serta risiko stroke. Selain itu, posisi duduk statis dalam durasi lama berisiko menyebabkan nyeri pada area leher, bahu, serta punggung akibat tekanan berlebih pada tulang belakang yang mengganggu produktivitas.
Sisi kesehatan mental juga terpengaruh karena kurangnya aktivitas fisik berkaitan dengan munculnya gangguan kecemasan dan kelelahan pikiran. Tubuh yang jarang bergerak cenderung mengalami penurunan kualitas tidur dan tingkat kebugaran secara umum. Tanpa adanya dorongan untuk bergerak aktif, sistem metabolisme tubuh akan melambat dan memicu penumpukan lemak jahat yang sulit dihilangkan jika hanya mengandalkan diet tanpa olahraga.
Organisasi Kesehatan Dunia memberikan panduan untuk meminimalkan dampak buruk tersebut dengan melakukan olahraga intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit setiap minggu. Langkah praktis lainnya adalah mengambil jeda untuk peregangan otot setiap 20 menit saat bekerja di depan meja kantor. Masyarakat juga disarankan memilih menggunakan tangga daripada lift serta membatasi waktu penggunaan gawai di luar keperluan pekerjaan demi menjaga kebugaran.
Pencegahan penyakit akibat kurang gerak dimulai dari kesadaran untuk mengubah kebiasaan kecil setiap hari. Mengganti moda transportasi dengan jalan kaki atau bersepeda untuk jarak dekat dapat membantu membakar kalori lebih banyak. Konsistensi dalam menjaga pola gerak aktif menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai risiko penyakit kronis yang muncul akibat pola hidup yang terlalu santai.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Mengenal Pola Perilaku Maladaptif Anxious Avoidance dan Penanganannya secara Medis
Seogwipo Sambut Musim Semi Melalui Festival Jalan Santai dan Ragam Kuliner Lokal
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Kenyamanan Modern di Mercure Resort Sanur
Garpu Restaurant Destinasi Kuliner Tepi Pantai di Karangasem Bali
Legian Beach Hotel Penginapan Bintang Empat di Bali dengan Lokasi Strategis
Pemuda KNPI Kabupaten Bandung Hangatkan Silaturahmi Lewat Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Sidak Usai Lebaran, Bupati Bandung Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah
Festival Randai IMLF-4 Digelar di Bukittinggi Bakal Disaksikan 200 Lebih Delegasi dari Puluhan Negara
Cipta Bella Garut Ramai Pengunjung, Kenyamanan Dipuji, Namun Pengelolaan Perlu Terus Ditingkatkan
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diharapkan 28-29 Maret Masyarakat Diminta Sesuaikan Jadwal Perjalanan Kembali
Krisis Pangan Dunia Meningkat Indonesia Dorong Swasembada Lewat Deregulasi dan Modernisasi
Kebuntuan Negosiasi Gaji dan Kontrak Lebih dari 1.000 Staf ABC Lakukan Mogok Kerja 24 Jam
Celah Tenang di Sudut Barat Nusa Ceningan
Shelter Pererenan Paduan Arsitektur Tropis dan Hidangan Mediterania
Menikmati Senja dan Kolam Infinity di Timbis Beach Club
Halal Bihalal 1447 Hijriah, Kang DS Ajak ASN Perkuat Silaturahmi dan Tingkatkan Pelayanan
Nahas! Wisatawan Asal Baleendah, Terseret Ombak Pantai Cilame Garut
Antara Target dan Realita: Ketua Komisi D Cecep Suhendar Beberkan Masalah Ketenagakerjaan