Kebakaran Gunung Bromo Meluas 176 Hektare Lahan Terbakar dan Wisata Ditutup

Minggu, 9 Aug 2026 05:16
    Bagikan  
Kebakaran Gunung Bromo Meluas 176 Hektare Lahan Terbakar dan Wisata Ditutup
Istimewa

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo meluas hingga sekitar 176 hektare. BB TNBTS menduga api berasal dari aktivitas manusia.

NARASINETWORK.COM - PROBOLINGGO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, meluas hingga sekitar 176 hektare sejak api pertama terdeteksi pada Senin (3/8/2026). BB TNBTS menduga kebakaran dipicu aktivitas manusia di Blok Bantengan, sementara cuaca kering dan angin kencang mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut membuat seluruh akses wisata Gunung Bromo ditutup mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB untuk keselamatan pengunjung dan mendukung operasi pemadaman.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.00 WIB di area puncak tebing Blok Bantengan. Lokasi tersebut berada di sekitar jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Desa Ranu Pani.

BB TNBTS menduga sumber api berasal dari perapian yang dibuat seseorang dan tidak dipadamkan hingga bara benar-benar mati. Dugaan itu masih berkaitan dengan hasil pemantauan petugas di lokasi.

Saat pertama kali ditemukan, area yang terbakar diperkirakan sekitar 7,9 hektare. Luas tersebut kemudian bertambah hingga mencapai sekitar 176 hektare akibat kondisi cuaca serta tiupan angin yang menyulitkan proses pengendalian.

Pergerakan api juga mengarah ke kawasan Gunung Kursi. Sejumlah area wisata seperti Padang Savana dan Bukit Teletubbies atau Lembah Watangan ikut terancam oleh rambatan api.

Petugas menghadapi medan berupa lereng tebing yang curam. Jarak sumber air dari titik kebakaran juga menjadi kendala. Angin yang berubah-ubah menyebabkan bara pada sejumlah lokasi kembali menyala setelah sempat dikendalikan.

Pada Sabtu malam, personel yang berada di sekitar titik kebakaran diarahkan mundur menuju Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi angin berubah dan pergerakan api dinilai berisiko bagi petugas.

Kebakaran menghanguskan sejumlah vegetasi yang berada di kawasan taman nasional, termasuk cemara gunung, semak, tanaman hias, serta edelweiss. Kondisi kering membuat vegetasi mudah terbakar saat terkena rambatan api.

Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas petugas BB TNBTS, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, serta relawan. Tim darat membuat sekat untuk menghambat pergerakan api, sedangkan sejumlah titik yang sulit dijangkau ditangani menggunakan dukungan udara.

BNPB mengerahkan dua helikopter untuk operasi water bombing. BPBD Jawa Timur juga menggunakan drone water spray untuk membantu penyiraman pada lokasi yang sulit dijangkau petugas.

Salah satu lokasi di bawah Pos Jemplang, wilayah Malang, dilaporkan sudah tidak memiliki titik api. Namun, personel masih ditempatkan di kawasan tersebut untuk melakukan pemantauan dan mencegah munculnya bara baru.

BB TNBTS kemudian menutup lima pintu masuk menuju kawasan wisata Bromo, yaitu Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro. Penutupan berlaku mulai Sabtu malam, 8 Agustus 2026, sampai kondisi dinyatakan aman untuk kunjungan.

Penutupan dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap wisatawan sekaligus memberi ruang bagi petugas menjalankan pemadaman. Wisatawan yang telah membeli tiket secara daring dapat mengajukan perubahan jadwal atau pengembalian dana sesuai ketentuan layanan BB TNBTS.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla hingga 6 Oktober 2026. Kabupaten Probolinggo juga menerapkan status siaga terkait kondisi kemarau dan potensi kebakaran.

Petugas gabungan masih melakukan pemantauan terhadap titik api, pendinginan, serta pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke area lain. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memasuki kawasan Bromo selama penutupan berlangsung serta mengikuti informasi resmi BB TNBTS mengenai perkembangan situasi.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kebakaran Gunung Bromo Meluas 176 Hektare Lahan Terbakar dan Wisata Ditutup
Google Pixel 11 Dijadwalkan Meluncur 12 Agustus 2026 Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya
1.245 Tersangka Diciduk! Polda Jabar Sita Jutaan Obat Terlarang hingga 21 Ribu Botol Miras
Erwan Kusuma Hermawan Didapuk Jadi Ketua KODRAT Kabupaten Bandung, Persiapkan Target Besar
Kekeringan Mulai Menghantam Arjasari, 5.558 Warga Terima Bantuan Air Bersih
BPBD Kabupaten Bandung Sebut Armada dan Operasional Masih Tidak Optimal, 7 Mobil Tangki Air Diajukan ke BNPB
Kuota TPA Sari Mukti Habis, Pengangkutan Sampah di Wilayah 4 Kabupaten Bandung Terhenti, Ancaman Penumpukan
BPBD Kabupaten Bandung Percepat Distribusi Air Bersih, Gandeng PMI hingga PDAM Tangani Dampak Kekeringan
DPD APPSI Kabupaten Bandung Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Berikut Nama-nama Pengurusnya
Dalam Rangka HUT RI, PDAM Tirta Raharja Luncurkan Program Subsidi Untuk Warga Masyarakat, Ini Penjelasannya
'Viralkan, Saya Kasih Hadiah!' Dedi Mulyadi Tantang Warga Bongkar Penjual Tramadol dan Miras Ilegal di Jabar
Riani Pemulung "A Mother from Tegal Turning a Simple Hut into a Place of Learning"
Bakso Abang-Abang Kuliner Sederhana dengan Rasa yang Sulit Dilupakan
Indonesian Stars Agnez Mo and Anggun C. Sasmi Join Reacher Season 4 as Powerful Antagonists
PLKI UPQ Ciawi Bogor Menyusuri Sejarah Percetakan Al-Qur’an Indonesia
Muharam Islamic Literacy Festival 1448 H, Hadirkan Literasi, Layanan Sosial, dan Wisata Edukasi Al-Qur'an
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI, Perkuat Persatuan dan Akhlak Bangsa
Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan
Kepergian Nasirun Perupa dengan Jejak Panjang di Seni Rupa Indonesia
Transcendental Lyrical Mysticism A New Philosophical Aesthetic in Literature Liauw Pauw Phing