NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Mulai November 2025 Narasinetwork.com menghadirkan "Pulau Imaji : Berlayar dalam Dongeng Narasi" Digagas oleh Erna Winarsih Wiyono, program ini membawa kembali kehangatan tradisi mendongeng sebelum tidur dengan sentuhan modern dan suri tauladan.
Menikmati ilustrasi dan cerita dongeng pendek karya Kak Nana dalam "Pulau Imaji," hadir dua kali sebulan di rubrik Khazanah Narasinetwork.com
Program ini diharapkan menjadi ruang inklusif yang ramah bagi semua pembaca, baik dewasa maupun anak-anak Indonesia.
Episode keempat bertutur tentang "Matahari dari Eragama" Selamat membaca.
Dongeng anak kali ini saya buat untuk mensupport anak-anak, kepala sekolah, guru hebat dari SDN Wobarek Distrik Kurulu, Papua. Dari Jakarta menuju Wamena.
Ilustrasi : Erna Winarsih Wiyono @Maret ' 2026
"Kegigihan hari ini adalah kunci untuk membuka pintu keberhasilan di masa depan nanti."
Pagi itu di Kampung Eragama, air Sungai Baliem meluap hingga merendam ruang kelas SD Negeri Wobarek. Wenda dan Kogoya tetap berangkat sekolah meski air sudah setinggi betis orang dewasa. Mereka berjalan perlahan agar tidak terpeleset saat memasuki halaman sekolah yang sudah tertutup genangan air kecokelatan.
"Lihat, Wenda! Ada kura-kura ikut masuk ke kelas kita," seru Kogoya sambil menunjuk seekor kura-kura yang berenang pelan di bawah meja mereka. Ia segera mengangkat tas birunya ke atas kursi agar tidak basah terkena air yang terus mengalir masuk melalui celah pintu kayu.
Wenda tertawa kecil melihat hewan itu, lalu segera mengeluarkan krayon dan kertas gambar dari tasnya. "Mungkin dia juga mau belajar menggambar jembatan seperti aku, supaya kalau banjir begini kita tetap bisa menyeberang tanpa basah," sahut Wenda sambil mulai menggoreskan warna merah pada gambar jembatan panjang di kertasnya.
"Kebahagiaan dalam belajar tidak ditentukan oleh tempat yang mewah, melainkan oleh semangat yang terus menyala."
Kogoya menunjukkan hasil karyanya yang bergambar matahari besar dengan senyum lebar kepada Wenda. "Kalau matahari ciptaanku ini muncul, pasti airnya cepat surut dan kelas kita kering lagi," ucapnya dengan penuh percaya diri. Ia memegang kertas itu tinggi-tinggi agar Pak Guru yang berdiri di samping mereka bisa melihatnya dengan jelas.
Pak Guru tersenyum bangga melihat keceriaan kedua muridnya meski kaki mereka semua terendam air dingin sejak pagi. "Bapak senang kalian tetap rajin datang dan tidak takut dengan banjir ini," puji Pak Guru sambil melipat tangan di dada. Beliau sengaja tidak memakai sepatu agar lebih mudah bergerak di dalam ruangan yang penuh air tersebut.
Wenda berhenti menggambar sejenak dan menatap ke arah jendela yang memperlihatkan rumah-rumah warga yang juga terendam. "Pak, apakah besok kita masih bisa belajar kalau airnya makin tinggi?" tanyanya dengan nada sedikit khawatir namun tetap memegang pensil warnanya dengan erat. Beliau meyakinkan bahwa pelajaran akan tetap berjalan selama kondisi masih aman bagi mereka semua.
Pelajaran hari itu diakhiri dengan tawa saat kura-kura tadi mendekat ke arah kaki Pak Guru. Wenda dan Kogoya segera merapikan alat tulis mereka ke dalam tas sebelum bersiap pulang menembus genangan air di luar. Semangat mereka untuk menuntut ilmu di SD Negeri Wobarek tidak goyah hanya karena lantai sekolah yang berubah menjadi kolam dadakan.
**
Pesan dari cerita dongeng pendek ini adalah :
- Kegigihan dalam Menuntut Ilmu
Semangat untuk belajar tidak boleh luntur hanya karena kendala fisik atau bencana alam seperti banjir. Keinginan yang kuat untuk pintar akan mengalahkan rasa sulit.
- Optimisme di Tengah Kesulitan
Menghadapi masalah dengan senyuman dan kreativitas, seperti yang ditunjukkan Wenda dan Kogoya saat menggambar, membuat beban terasa lebih ringan.
- Adaptasi terhadap Keadaan
Mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang tidak ideal tanpa harus banyak mengeluh adalah kunci untuk tetap produktif dalam kondisi apa pun.
- Peran Guru sebagai Teladan
Sikap tenang dan apresiasi dari seorang guru sangat berpengaruh dalam menjaga semangat murid agar tetap merasa aman dan termotivasi saat belajar.
- Menghargai Kesempatan Sekolah
Cerita ini mengingatkan bahwa pendidikan adalah hal berharga yang layak diperjuangkan, bahkan jika harus menembus genangan air sekalipun.
**
Source :
Cerita & Ilustrasi : Erna Winarsih Wiyono
Copyright Ilustrasi : NW Studio @ernawinarsihwiyono/2026/Maret
Kotak Saran : NW Studio - +6281212393683 (Jakarta).
**