Shelter Pererenan Paduan Arsitektur Tropis dan Hidangan Mediterania

Rabu, 25 Mar 2026 17:21
    Bagikan  
Shelter Pererenan Paduan Arsitektur Tropis dan Hidangan Mediterania
Istimewa

Shelter Pererenan adalah restoran di Bali yang menyajikan perpaduan hidangan Timur Tengah dan Mediterania dengan teknik memasak api kayu bakar. 

NARASINETWORK.COM - BALI, Kawasan Pererenan di Bali kini menjadi magnet baru bagi pelancong yang mencari sisi lain Pulau Dewata. Di antara deretan bangunan di sepanjang jalur menuju pantai, Shelter Pererenan berdiri sebagai destinasi kuliner yang menawarkan perpaduan masakan Timur Tengah dan Mediterania. Restoran ini menempati bangunan dengan desain tropis yang didominasi unsur kayu serta tanaman hijau rimbun.

Struktur bangunan sengaja dibuat terbuka untuk menciptakan sirkulasi udara alami. Saat memasuki area restoran, pengunjung akan melihat interior yang mengusung estetika lokal dengan sentuhan modern. Pencahayaan diatur temaram saat malam hari guna memberikan suasana tenang bagi para tamu. Penataan ruang ini memberikan kesan santai namun tetap terlihat rapi dan terorganisir.
Fokus utama dari tempat ini adalah dapur terbuka yang menggunakan teknik memasak api kayu bakar. Para koki mengolah bahan makanan langsung di depan area duduk pengunjung, sehingga aroma masakan menjadi bagian dari pengalaman bersantap. Konsep menu yang ditawarkan mengedepankan sistem berbagi atau sharing plates, yang memungkinkan setiap tamu mencicipi beragam varian hidangan dalam satu meja.
Pilihan menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari roti zaatar yang dipanggang dalam oven batu, olahan daging domba, hingga berbagai jenis makanan laut segar. Pihak pengelola juga menyediakan kategori menu khusus bagi vegetarian. Bahan baku yang digunakan merupakan hasil produksi lokal guna menjaga kesegaran serta kualitas rasa pada setiap sajian yang dihidangkan.
Lokasi restoran ini berada di Jalan Pantai Pererenan Nomor 133, Kabupaten Badung. Jaraknya hanya beberapa ratus meter dari bibir pantai, menjadikannya titik singgah yang strategis. Shelter Pererenan beroperasi setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 00.00 WITA. Karena tingginya minat pengunjung, sangat disarankan untuk melakukan reservasi melalui platform digital atau layanan pesan singkat sebelum kedatangan.
Bagi wisatawan yang berangkat dari arah Ubud, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam. Rute tercepat biasanya melalui jalur Sayan menuju wilayah Kapal, kemudian berlanjut ke arah selatan melewati daerah Buduk hingga masuk ke Jalan Raya Pererenan. Restoran ini menjadi referensi bagi mereka yang ingin menikmati kuliner dengan standar internasional di tengah atmosfer pesisir Bali yang berkembang pesat.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Celah Tenang di Sudut Barat Nusa Ceningan
Shelter Pererenan Paduan Arsitektur Tropis dan Hidangan Mediterania
Menikmati Senja dan Kolam Infinity di Timbis Beach Club
Nahas! Wisatawan Asal Baleendah, Terseret Ombak Pantai Cilame Garut
Antara Target dan Realita: Ketua Komisi D Cecep Suhendar Beberkan Masalah Ketenagakerjaan
Aplikasi Be My Eyes Fasilitasi Bantuan Visual Bagi Penyandang Gangguan Penglihatan Lewat Jaringan Relawan
Tak Mengindahkan Informasi Publik, UPT PJU Kabupaten Bandung Malah Bungkam dan Tutup Mata
Dongeng Anak Narasinetwork "Matahari dari Eragama"
SD Negeri Wobarek Distrik Kurulu Bukti Nyata Semangat Belajar di Papua Pegunungan
The Orient Jakarta Hadirkan Nuansa Tradisional di Jantung Bisnis Sudirman
Ekspansi Alaya Hotels dan Resorts Melalui Unit Hunian Eksklusif di Ubud
Tarya Witarsa: Sampah Tak Pernah Selesai, Antara Teknologi, Kebiasaan, dan Kesadaran
Pariwisata Jadi Harapan PAD, Komisi B Perkuat Fungsi Pengawasan
Green School Bali Terapkan Sistem Energi Terbarukan dan Kurikulum Ekologi Mandiri
Rahasia Masak Ketupat Empuk dan Tidak Cepat Basi
Kepemimpinan Gus Haris dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Probolinggo
Jurnalis Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat saat Razia Miras di Cangkring
Dunia Usaha Indonesia Berduka Atas Kepergian Michael Bambang Hartono Pendiri Imperium Djarum
Merayakan Hari Dongeng Sedunia Melalui Tradisi Tutur Lisan
Komaneka Resorts Kedepankan Fasilitas Seni dan Budaya Bagi Wisatawan