Persatuan Alumni GMNI: Pertumbuhan 5 Persen Tak Menjamin Keadilan, Indonesia Terancam Krisis Moral

Rabu, 7 Jan 2026 06:02
    Bagikan  
Persatuan Alumni GMNI: Pertumbuhan 5 Persen Tak Menjamin Keadilan, Indonesia Terancam Krisis Moral
Istimewa

Kegiatan Persatuan Alumni (PA) GMNI

NARASINETWORK.COM - BANDUNG 

-Di tengah klaim pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh angka 5,04 persen, DPP PA GMNI justru mengingatkan bahwa Indonesia sedang melaju di atas fondasi yang rapuh: krisis moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Dalam refleksi kebangsaan bertema “Kuat Karena Bersatu, Bersatu Karena Kuat”, organisasi alumni yang lahir dari tradisi pemikiran Soekarno ini menegaskan, stabilitas makro bukanlah prestasi akhir. Stabilitas hanya bermakna jika menjadi jalan untuk memenuhi amanat konstitusi melindungi rakyat, menghadirkan kesejahteraan, dan mewujudkan keadilan sosial.


Hukum Kehilangan Sukma Moral

Ketua Umum DPP PA GMNI, Arief Hidayat, menyebut sepanjang 2025 publik disuguhi deretan persoalan serius: korupsi yang berulang, integritas peradilan yang dipertanyakan, penegakan hukum yang prosedural tapi miskin etika, hingga praktik rangkap jabatan yang sarat konflik kepentingan.


Namun, akar persoalannya dinilai jauh lebih dalam. Moralitas hukum nyaris absen, baik dalam proses pembentukan undang-undang maupun dalam penegakannya.

“Moralitas adalah sukma hukum. Tanpa itu, hukum kehilangan keadilan. Lex iniusta non est lex—hukum yang tidak adil sejatinya bukan hukum,” tegas Arief, dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu (7/12/2024).

Sebagai respons, PA GMNI merumuskan empat rekomendasi hukum 2026:

1. Membangun moralitas dan budaya taat hukum sejak usia dini.

2. Menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap produk hukum.

3. Mengubah paradigma berhukum agar berorientasi pada keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum.

4. Menjadikan hukum sebagai alat perubahan sosial menuju Indonesia Emas 2045.


Sawit, Konstitusi, dan Ketimpangan

Sorotan tajam juga diarahkan ke sektor perkebunan. Ketua Dewan Kehormatan PA GMNI, Siswono Yudohusodo, mendorong reformasi total kebijakan kelapa sawit.


Ia mengusulkan pola inti–plasma diperbaiki secara radikal: 70 persen untuk plasma rakyat, 30 persen untuk inti korporasi. Skema tersebut harus dibarengi penguatan koperasi petani, transparansi harga, dan dukungan teknologi.

“Ini bukan nostalgia. Ini aktualisasi Pasal 33 UUD 1945. Cabang produksi penting harus dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir pemodal,” ujarnya.

Siswono juga menegaskan investasi asing tetap sah, namun wajib melibatkan pengusaha nasional minimal 20 persen sejak awal.


Ekonomi Tumbuh, Rakyat Tertinggal

PA GMNI menilai pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor batu bara, nikel, dan sawit belum otomatis menyejahterakan rakyat. Ketimpangan justru melebar, sementara sebagian BUMN dinilai gagal menjalankan fungsi strategisnya hingga bergantung pada suntikan triliunan rupiah dana publik.


Terkait pembentukan Badan Pengelola Danantara, PA GMNI mengingatkan bahwa kerja sama global tidak boleh mengorbankan kedaulatan atas aset vital negara.

“Ini bukan anti-investasi, tetapi penegasan kedaulatan ekonomi sesuai konstitusi,” tegas Arief.


Demokrasi Digital dan Krisis Kepercayaan

Sekretaris Jenderal PA GMNI, Abdy Yuhana, menilai demokrasi Indonesia kini diuji oleh defisit kepercayaan publik dan kekacauan ruang digital.

Menurutnya, demokrasi digital harus dipahami sebagai ruang publik baru yang menuntut etika, literasi, dan keadilan—bukan sekadar arena teknologi yang netral.“Demokrasi digital tidak boleh tumbuh liar tanpa arah. Transformasi digital harus memperkuat demokrasi substantif, bukan menggantikannya,” kata Abdy.

Ia juga mengkritik pola komunikasi pemerintah yang cenderung satu arah dan minim empati, sehingga menciptakan jarak antara elite dan realitas rakyat


PA GMNI mengingatkan program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih memiliki potensi menjadi program peradaban, namun rawan kebocoran jika tata kelolanya lemah.

Solusi yang ditawarkan: pengadaan berbasis petani dan UMKM lokal, pendampingan manajemen koperasi, serta digitalisasi akuntabilitas untuk mencegah fraud sejak dini.


Bencana Bukan Sekadar Alam

Abdy juga menyoroti banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, tragedi itu bukan semata bencana alam, melainkan akibat rusaknya tata kelola hutan dan daerah aliran sungai.Ia menyebut perusakan hutan dan tambang ilegal sebagai bentuk “korupsi ekologis” yang merampas masa depan generasi mendatang.

Menutup refleksi kebangsaan, PA GMNI menyerukan agar 2026 menjadi tahun pemulihan moral nasional.

“Tahun 2026 adalah vivere pericoloso. Indonesia tidak boleh puas hanya dengan stabil. Kita harus maju secara adil, berdaulat, dan berkelanjutan—sesuai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945,” pungkas Abdy.

Kegiatan ini turut dihadiri Waketum PA GMNI Ugik Kurniadi, Ketua PA GMNI Jan Prince, Sekretaris Dewan Pertimbangan PA GMNI Riad Oscha Khalik, serta jajaran pengurus DPP PA GMNI.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026
Digital Detox Jadi Pilihan Saat Informasi Terus Membanjiri Ruang Digital
Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Kembangkan Satelit Buatan Indonesia
INNOPROM 2026 Jadi Momentum Industri Agro Indonesia Perluas Pasar ke Kawasan Eurasia