Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat

Senin, 12 Jan 2026 16:59
    Bagikan  
Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat
Istimewa

Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat

Opini Ditulis Oleh: Nurica Rizky Khasanah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro

NARASINETWORK.COM - Pada 10 Januari 2025, Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati sejak malam hari kembali memicu banjir di sejumlah wilayah hari ini.

Air yang datang perlahan sejak dini hari itu kemudian meluap ke permukiman warga, persawahan, serta ruas jalan penghubung antar kecamatan, membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memaksa sebagian warga waspada sejak pagi.

Genangan air mulai terlihat di kawasan yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Seiring hujan yang terus turun, debit air meningkat dan masuk ke rumah-rumah warga. Di beberapa lokasi, air menggenang hingga setinggi betis orang dewasa, sementara di titik tertentu hanya setinggi mata kaki namun cukup menghambat aktivitas harian.

Sejumlah warga mengaku banjir kali ini datang lebih cepat dibanding hari-hari sebelumnya. Banyak di antara mereka yang belum sempat mengantisipasi, sehingga perabot rumah tangga, pakaian, hingga peralatan elektronik ikut terendam.
Warga tampak berusaha menyelamatkan barang-barang penting dengan menaikkannya ke tempat yang lebih tinggi atau memindahkannya ke rumah tetangga yang tidak terdampak. Beberapa desa, suasana terlihat lengang karena warga memilih bertahan di dalam rumah. Anak-anak tidak berangkat sekolah, sementara sebagian orang dewasa menunda aktivitas bekerja. Bagi warga yang rumahnya sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali sementara, balai desa dan rumah kerabat menjadi tempat tujuan untuk mengungsi.
Tidak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada akses transportasi. Sejumlah ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan tergenang air, menyebabkan kendaraan harus melaju pelan. Pengendara sepeda motor tampak ekstra berhati-hati saat melintas, sementara beberapa kendaraan roda dua dilaporkan mogok setelah nekat menerobos genangan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
Banjir yang terjadi juga merendam area persawahan di beberapa titik. Tanaman padi yang sebagian sudah memasuki masa pertumbuhan dikhawatirkan rusak jika terlalu lama terendam air. Para petani mengaku khawatir banjir berkepanjangan akan berdampak pada hasil panen dan menambah beban ekonomi, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Dari hasil pemantauan sementara, banjir diduga dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan sungai-sungai di wilayah Pati meluap. Saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air juga memperparah kondisi, sehingga air meluber ke permukiman dan jalan. Kondisi tanah yang jenuh akibat hujan dalam beberapa hari terakhir turut membuat air sulit surut dengan cepat.
Petugas gabungan dari BPBD, aparat kepolisian, TNI, serta relawan terlihat menyebar ke sejumlah titik terdampak. Mereka melakukan pemantauan, membantu warga yang membutuhkan pertolongan, serta memastikan kondisi tetap aman. Di beberapa lokasi, petugas membantu mengatur lalu lintas dan memberikan imbauan kepada pengendara agar menghindari jalur yang tergenang cukup dalam.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Warga diminta untuk selalu memantau perkembangan kondisi air, mengamankan barang berharga, serta mematikan aliran listrik jika air mulai masuk ke rumah demi menghindari risiko korsleting. Aparat desa juga diminta siaga untuk melaporkan perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.
Hingga siang hari, genangan air di sejumlah wilayah Pati masih belum sepenuhnya surut. Petugas terus bersiaga di lapangan sambil memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air. Di beberapa titik, air mulai berangsur turun, namun di wilayah lain justru masih bertahan karena aliran air belum lancar. Pemerintah daerah memastikan koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
Sejumlah posko siaga disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Aparat desa bersama relawan diminta aktif mendata warga yang membutuhkan bantuan, khususnya lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya. Selain itu, warga diimbau tidak memaksakan diri melintasi genangan yang cukup dalam demi menghindari risiko kecelakaan.
Peristiwa banjir yang melanda Kabupaten Pati tidak hanya dapat dipahami sebagai bencana alam, tetapi juga sebagai situasi krisis publik yang menuntut kehadiran dan peran aktif pemerintah dalam mengelola informasi. Dalam konteks ini, pemberitaan banjir menjadi bagian dari komunikasi krisis pemerintah, yakni upaya pemerintah menyampaikan informasi, arahan, dan sikap kepada masyarakat di tengah kondisi darurat.
Melalui berita banjir, pemerintah daerah, BPBD, serta aparat terkait tampil sebagai komunikator krisis. Informasi mengenai wilayah terdampak, ketinggian air, kondisi warga, hingga langkah penanganan disampaikan kepada publik melalui media massa. Penyampaian informasi ini berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian, mencegah kepanikan, dan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat, seperti mengungsi atau menghindari jalur tertentu.
Komunikasi krisis pemerintah dalam kasus banjir Pati juga terlihat dari adanya imbauan dan instruksi publik. Ajakan untuk tetap waspada, mematikan aliran listrik saat air masuk ke rumah, serta mengikuti arahan petugas merupakan bentuk pesan krisis yang bersifat langsung dan fungsional. Dalam teori komunikasi krisis, pesan semacam ini bertujuan melindungi keselamatan publik dan meminimalkan risiko lanjutan akibat krisis.
Banjir yang kembali melanda Pati ini menambah daftar persoalan musiman yang kerap dihadapi warga setiap kali intensitas hujan meningkat. Selain menimbulkan kerugian materi, banjir juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Selama cuaca belum sepenuhnya stabil, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang lebih luas.
Pemerintah berharap kondisi segera membaik seiring berkurangnya curah hujan, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Sementara itu, masyarakat diminta tetap mengikuti arahan petugas dan memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan banjir di wilayah masing-masing.Top of Form

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Bebas Visa untuk WNI Diumumkan Korea Selatan Targetkan Peningkatan Pergerakan Wisata
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Tulungagung, DPR RI Dorong Penguatan SDM Sejak Dini
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Tulungagung, DPR RI Dorong Penguatan SDM Sejak Dini
Susu untuk Jantung Bagaimana Memilih dan Mengonsumsinya dengan Tepat
Teknisi Terbaik Suzuki Tampil Unggul di Victorious Contest 2025 yang Digelar Februari 2026
Revisi UU ASN 2026, PPPK Paruh Waktu Dihapus? Ini Regulasinya
Ichikawa Zoo's Punch A Macaque's Journey from Solitude to Belonging
Shin Drama Project Gelar Representasi Ke-4 di Jakarta
H. Asep Ikhsan Jemput Aspirasi Warga Ciparay, Soroti Pendidikan, Bansos dan Revitalisasi Budaya
Ulang Tahun ke-66 Kaisar Naruhito Sapa Warga dengan Harapan Musim Semi Damai
Jaga Kesehatan Saat Puasa Pola Minum Ideal saat Sahur
ASEAN Secretary-General Presides Over IAI Attachment Officers Graduation
KNPI Nilai Bupati Bandung Tak Tinggal Diam Soal Gaji PPPK PW
Giliran Desa Tanggung Tulungagung yang Mendapat Sosialisasi Program MBG
The Royal Palace of Changdeokgung A Legacy of the Joseon Dynasty
Volendam Where Dutch Tradition Comes to Life
KIAT Partnership Drives Subnational Infrastructure Development in Indonesia
Dari Jakarta ke Australia Fadil Zamroni Perkaya Wawasan Animasi 3D di Disruptor Media
Global Expertise Local Impact "Jangan Lupa Pulang dan Berkontribusi untuk Indonesia"
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Pagu Perkuat Komitmen Peningkatan Kualitas Generasi Bangsa