Pelita Jaya Sukses Bungkam Dewa United 98-82 di IBL 2026 Efisiensi Field Goals Jadi Kunci Kemenangan

Senin, 12 Jan 2026 15:45
    Bagikan  
Pelita Jaya Sukses Bungkam Dewa United 98-82 di IBL 2026 Efisiensi Field Goals Jadi Kunci Kemenangan
Istimewa

Dewa United Banten membuka musim IBL 2026 dengan kekalahan 82-98 dari Pelita Jaya Basketball di markasnya sendiri.

NARASINETWORK.COM - Dewa United Banten mengawali perjalanan kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2026 dengan hasil yang tidak diharapkan. Mereka harus mengakui keunggulan tamunya Pelita Jaya Basketball dengan skor akhir 82-98 dalam pertandingan yang berlangsung di Dewa United Arena, Tangerang, pada Sabtu (10/1/2026).

Kemenangan yang diraih Pelita Jaya menjadi momen penting bagi tim tersebut, mengingat mereka berhasil membalas kekalahan yang dialami pada final IBL musim sebelumnya. Tim yang dipimpin oleh Pelatih David Singleton sukses mengendalikan jalannya pertandingan dan mengandaskan upaya perlawanan Dewa United di hadapan ribuan pendukung tuan rumah yang menghadiri laga.

Pemain asing Pelita Jaya, Amorie Archibald, menunjukkan performa yang konsisten dan solid sepanjang durasi pertandingan. Ia menjadi kontributor utama kemenangan perdana timnya dengan mencatatkan angka 25 poin, lima rebound, dan sembilan assist. Kinerjanya yang apik menjadi pijakan penting bagi Pelita Jaya dalam menguasai alur permainan.

Selain Archibald, beberapa pemain lainnya juga memberikan kontribusi signifikan bagi kemenangan tim. Agassi Goantara turut bersinar dengan mencetak 19 poin serta lima rebound. Darious Moten dan Jeff Withey masing-masing menyumbang 15 poin. Tak hanya itu, Moten juga berkontribusi dengan tujuh rebound dan tujuh assist yang memperkuat permainan tim secara menyeluruh.

Di sisi kubu tuan rumah, Dewa United Banten berusaha memberikan perlawanan terbaik meskipun akhirnya harus menerima kekalahan. DJ Cooper menjadi pemain terbaiknya dengan mencatatkan 20 poin. Di belakangnya, Joshua Ibarra menunjukkan permainan ganda dengan 19 poin dan 11 rebound. Rio Disi menyumbang 17 poin, sedangkan Erick Ibrahim Junior berkontribusi dengan 11 poin untuk timnya.

Keberhasilan Pelita Jaya dalam pertandingan ini juga memperkuat rekor positif mereka di Dewa United Arena. Sejak sistem home and away diterapkan dalam kompetisi IBL, tim berbasis di Jakarta ini belum pernah merasakan kekalahan di markas Dewa United. Setiap kunjungan mereka ke Tangerang selalu diakhiri dengan kemenangan.

Analisis terhadap pertandingan menunjukkan bahwa Dewa United perlu melakukan perbaikan untuk dapat bersaing lebih baik dengan Pelita Jaya di masa mendatang. Dari segi efisiensi mencetak poin melalui field goals, Dewa United masih tertinggal dengan presentase 44 persen. Sementara itu, Pelita Jaya mampu mencatatkan efisiensi field goals sebesar 53 persen, dengan kontribusi poin terbanyak berasal dari tembakan dua angka yang menjadi kekuatan utama tim mereka dalam laga ini.

Performa kedua tim selama laga juga menunjukkan perbedaan dalam pengelolaan permainan dan ekssekusi serangan. Pelita Jaya berhasil menjaga ritme permainan sesuai dengan strategi yang diterapkan, sementara Dewa United terkadang kesulitan mengatasi tekanan pertahanan yang diberikan oleh lawan. Beberapa kesalahan teknis yang terjadi pada bagian akhir setiap kuarter juga menjadi faktor yang memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Untuk Dewa United Banten, kekalahan pada laga pembuka musim ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh komponen tim. Pelatih dan pemain diharapkan dapat melakukan penyesuaian strategi serta meningkatkan kualitas permainan agar dapat memberikan hasil yang lebih baik pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. Sementara itu, Pelita Jaya Basketball akan berusaha mempertahankan momentum positif ini untuk meraih hasil maksimal di babak awal kompetisi IBL 2026.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat
Halimah Munawir dan SatuPena Sumbar Bantu Anak-Anak Korban Bencana Galodo Melalui Kegiatan Terapi Literasi
Peringatan 52 Tahun Malari dan HUT Indemo ke-26 Dorong Aksi Kolektif Lawan Korupsi
Pelita Jaya Sukses Bungkam Dewa United 98-82 di IBL 2026 Efisiensi Field Goals Jadi Kunci Kemenangan
Bonus SEA Games 2025 Dimanfaatkan Bijak Dirga Wira Targetkan Asian Games dan Olimpiade
Indonesia, Bosnia, dan Herzegovina Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan Pertemuan Resmi Digelar di Sarajevo
Rano Karno Tangani Pengembangan Setu Babakan Grand Design dan Lembaga Pendidikan Jadi Prioritas
398.519 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Tahun 2025 Pulau Pari Jadi Destinasi Favorit
'Sugianto' Indonesian Migrant Worker Recognised as National Ambassador After Yeongdeok Wildfire Rescue
Hari Tuli Nasional 2026 Inklusivitas Sebagai Tanggung Jawab Bersama Seluruh Elemen Masyarakat
Menciptakan Area Wisata Sendiri Cara Membuat Tenda Bermain di Kamar Anak
Kebijakan China Dorong Penggunaan Material Daur Ulang dalam Produksi Kendaraan
Kemkomdigi Pantau Penyalahgunaan Grok AI Lindungi Hak Privasi dan Citra Diri Warga
Panen Ikan Lele di Semper Timur Bukti Hasil Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah
Review Film Narasinetwork : Melihat Isu Lingkungan Melalui Film Kereta Berdarah
Awal Tahun, Bapenda Catat Realisasi Peningkatan Penerimaan Pajak Hampir Rp. 10 Miliar
Fenomena Hastag #KaburAjaDulu dalam Kehidupan Sosial Generasi Muda
Wawancara Tokoh : John Semuel's Weaving Love, Binding Affection' Life Values in Colour and Form
Konflik Kursi Transjakarta dan Kegagalan Komunikasi di Ruang Publik
Anak Kampung ke UGM Kisah Thomas Akaraya Sogen sebagai Guru Penulis yang Menginspirasi NTT