Kusdono Rastika Suara yang Berbisik dari Seni Lukis Kaca Cirebon

Sabtu, 28 Feb 2026 13:14
    Bagikan  
Kusdono Rastika Suara yang Berbisik dari Seni Lukis Kaca Cirebon
Istimewa

Kusdono Rastika, pelukis kaca Cirebon, meneruskan warisan ayahnya, maestro Rastika, dengan setia melestarikan seni lukis kaca klasik Cirebonan. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia terus berkarya dan menginspirasi generasi muda.

NARASINETWORK.COM - Kusdono Rastika, seorang pelukis kaca berbakat dari Gegesik, Cirebon, telah berpulang pada tanggal 25 Juli 2025, meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam dunia seni lukis kaca. Lahir pada tanggal 2 Oktober 1981, Kusdono mewarisi bakat dan dedikasi dari ayahnya, maestro Rastika, dan dengan setia menjaga gaya klasik Cirebonan yang telah diwariskan kepadanya.

Almarhum Rastika, seorang tokoh legendaris dalam seni lukis kaca Cirebon, meninggal dunia pada tanggal 26 Agustus 2014 setelah berjuang melawan penyakit jantung yang telah lama dideritanya. Sebelum kepergiannya, Rastika telah mempersiapkan Kusdono, anak keempat dari lima bersaudara, untuk mencintai dan melestarikan seni lukis kaca yang menjadi kebanggaannya. Kusdono menghabiskan hidupnya di Vila Gegesik Blok F no 3 & 4, Desa Gegesik Kidul, Kecamatan Gegesik, Cirebon.

Sejak usia 14 tahun, Kusdono telah menunjukkan minat yang besar dalam menggambar, yang tumbuh karena pengaruh pekerjaan ayahnya. Awalnya, ia menggunakan kertas gambar biasa, tetapi setelah memasuki Sekolah Menengah Pertama, ayahnya mulai mengajarinya teknik melukis kaca secara serius.

Kusdono menerima warisan bakat dari ayahnya dengan penuh semangat dan dedikasi. Melalui latihan yang panjang dan tekun, ia berhasil menguasai teknik melukis kaca hingga mencapai tingkat keahlian yang luar biasa. Pada bulan Juni 2013, karya Kusdono dan Rastika dipamerkan bersama di Bentara Budaya Jakarta, hanya setahun sebelum sang maestro meninggal dunia. Kemampuan Kusdono dalam melukis kaca akhirnya menyamai kualitas karya ayahnya, sehingga sulit dibedakan.

Kusdono dikenal karena konsistensinya dalam mengembangkan gaya klasik Cirebonan dengan tema utama wayang, motif batik, dan bunga. Ia juga berani melakukan inovasi dengan memasukkan elemen-elemen baru, seperti motif kimono Jepang, ke dalam karyanya. Setiap karyanya dikerjakan dengan detail halus dan ketelitian tinggi, mencerminkan dedikasinya terhadap seni lukis kaca.

Inspirasi utama Kusdono berasal dari kisah pewayangan dan kaligrafi. Menurutnya, karakter tokoh wayang memiliki makna mendalam dan dapat memberikan contoh baik dan buruk dalam kehidupan. Selain melukis, Kusdono juga mahir memainkan gamelan, yang semakin memperkuat hubungannya dengan budaya lokal.

Proses pembuatan lukisan kaca jauh lebih rumit daripada lukisan kanvas. Jika kesalahan pada kanvas dapat ditutupi dengan mudah, kesalahan pada kaca harus dihapus dengan mengerik cat lama sebelum melanjutkan pengerjaan. Karya-karya Kusdono sangat diminati oleh kolektor dan pejabat, serta telah dipamerkan dalam berbagai acara, termasuk pameran bertajuk "Cerita Kaca". Ia juga pernah menerima penghargaan dari Kementerian BUMN pada masa jabatan Menteri Rini Sumarno.

Meskipun memiliki keterbatasan fisik dan harus menggunakan kursi roda, Kusdono tidak pernah menyerah dalam berkarya dan mempromosikan seni lukis kaca Cirebon. Bahkan pada masa pandemi COVID-19, ketika usahanya mengalami kesulitan, ia tetap konsisten menghasilkan karya-karya yang memukau.

Kusdono menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi para seniman, yang telah menghadapi kesulitan penjualan bahkan sebelum pandemi. Ia mengajak pemerintah dan instansi terkait untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada para seniman, serta memastikan bahwa keuntungan dari penjualan karya seni diterima langsung oleh para pelukis tanpa melalui perantara.

Kusdono menikah dengan Nurcahyani dan menghidupi keluarganya melalui hasil karyanya. Dalam mendidik anak-anaknya, ia memberikan kebebasan untuk mengejar bidang yang mereka sukai. Ia selalu menganjurkan agar setiap anak yang memiliki bakat untuk terus mengasahnya, karena hal itu akan sangat berguna bagi masa depan mereka.

"Jika memiliki bakat terpendam, teruslah diasah dengan berkarya. Seperti belajar naik sepeda, sesekali jatuh adalah bagian dari proses. Setelah menguasai ilmunya, semangat untuk meraih kesuksesan akan muncul," pesan Kusdono.

Kusdono menegaskan bahwa tugasnya bukan hanya mewarisi bakat sang ayah, tetapi juga melestarikan kekayaan seni dan budaya Indonesia. Ia berharap agar generasi muda, terutama generasi Z yang hidup di era digital, mau mempelajari lukisan kaca agar seni khas Cirebon ini tidak punah dan terus berkembang melalui tangan para pejuang masa depan.

Kusdono Rastika telah berpulang, tetapi semangat dan dedikasinya dalam melestarikan seni lukis kaca Cirebon akan terus hidup. Ia telah membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus dijaga dan dikembangkan melalui kerja keras, komitmen, dan cinta yang mendalam terhadap seni.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Cabang Madiun Perkuat Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Langkah Nyata RSUD Majalaya & IDI Kabupaten Bandung Temukan Potensi Thalassemia Sejak Dini
NARASINETWORK.COM Jadi Media Partner FESPIN XIII 2026, Perkuat Publikasi Diplomasi Budaya Asia
Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang