NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2026 dimanfaatkan Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Asep Ikhsan, untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di Gedung Graha Wirakarya, Kecamatan Ciparay, Selasa (24/2/2026).
Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga Dapil VI menyampaikan kebutuhan riil, mulai dari akses pendidikan, ketepatan bantuan sosial, hingga penguatan identitas budaya lokal.
Kegiatan berlangsung dialogis dan dihadiri unsur Forkopimcam, Sekretaris Camat Ciparay, perwakilan Pemerintah Desa Mangunharja, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat dan kader wilayah.
Dalam paparannya, H. Asep Ikhsan menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pemerataan akses pendidikan. Ia menerima sejumlah masukan terkait kebutuhan rehabilitasi ruang kelas, bantuan sarana belajar, serta beasiswa bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
“Jangan sampai ada anak di Ciparay yang terhenti pendidikannya karena faktor ekonomi. Aspirasi soal fasilitas sekolah dan bantuan pendidikan ini akan kami kawal dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.
Menurutnya, investasi di bidang pendidikan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran dan dukungan sosial bagi siswa.
Selain pendidikan, isu kesejahteraan sosial menjadi topik hangat. Sejumlah warga meminta agar data penerima bantuan sosial diperbarui secara berkala agar lebih tepat sasaran.
Perangkat desa dan tokoh masyarakat menilai validasi data penting untuk meminimalisasi potensi ketidaktepatan distribusi.
Masukan lain yang mencuat adalah penguatan peran Posyandu dan pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Warga berharap ada dukungan program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga, terutama dalam aspek kesehatan ibu dan anak.
H. Asep menyatakan bahwa masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lintas perangkat daerah.
Menariknya, reses kali ini juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus digitalisasi. H. Asep Ikhsan mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Beberapa gagasan yang mengemuka di antaranya:
Integrasi budaya Sunda dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam pembangunan lingkungan.
Ia menilai budaya bukan sekadar simbol, melainkan identitas yang harus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Pihak kecamatan menyampaikan apresiasi atas konsistensi wakil rakyat yang turun langsung menyapa konstituen. Kehadiran aparat kewilayahan turut memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Di akhir forum, H. Asep Ikhsan mencatat sejumlah poin strategis yang akan dibawa dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Bandung. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut hingga tahap kebijakan dan penganggaran.
Reses ini tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga ruang evaluasi bersama antara masyarakat dan wakil rakyat untuk memastikan pembangunan di Ciparay berjalan sesuai kebutuhan warga.
**