Mengenal Koleksi Kundika Perunggu Dinasti Goryeo di Museum Nasional Korea

Kamis, 9 Apr 2026 00:01
Museum Nasional Korea menampilkan kundika perunggu dari era Dinasti Goryeo abad ke-12 yang dihiasi ukiran lanskap rumit dengan patina hijau alami. Artefak ini mencerminkan pencapaian seni dan teknik kerajinan logam yang tinggi pada masa lampau. Istimewa

NARASINETWORK.COM - KOREA, Museum Nasional Korea menyimpan sebuah artefak logam dari era Dinasti Goryeo yang berasal dari abad ke-12. Benda tersebut merupakan kundika, sebuah wadah air suci yang digunakan dalam ritual ajaran Buddha. Saat ini, objek tersebut dipamerkan secara tetap pada Galeri Kerajinan Logam sebagai representasi pencapaian seni rupa dan budaya Korea pada masa lampau.

Secara teknis, kundika berfungsi sebagai tempat penampung air murni yang melambangkan kebersihan dan ketulusan. Keistimewaan artefak ini terletak pada ukiran lanskap yang menutupi seluruh permukaan logamnya. Detail ukiran tersebut memperlihatkan pemandangan pulau kecil dengan pepohonan willow, hamparan rumput, serta unggas air yang berada di permukaan sungai. Selain itu, terdapat figur manusia yang digambarkan sedang menyeberangi perairan.
Visualisasi alam pada permukaan wadah ini menunjukkan konsep keseimbangan antara fungsi praktis ritual dengan estetika. Penggunaan motif lanskap pada wadah air suci merujuk pada kaitan antara ketenangan alam dengan kemurnian air. Penempatan detail-detail tersebut mencerminkan keahlian perajin logam masa itu dalam mengolah material perunggu menjadi media karya seni rupa yang halus.
Tampilan fisik benda ini didominasi oleh warna hijau yang merata di seluruh bagian. Warna tersebut muncul akibat proses patina atau oksidasi alami pada material perunggu yang berlangsung selama ratusan tahun. Fenomena oksidasi ini memberikan tekstur dan karakter visual khas yang tidak berasal dari zat pewarna buatan.
Kundika dengan desain lanskap ini menjadi bukti sejarah mengenai tingginya standar peradaban seni masyarakat Korea abad ke-12. Keberadaan objek ini di Museum Nasional Korea memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mempelajari penggabungan antara unsur spiritualitas, fungsi teknis, dan keindahan visual yang diproduksi oleh para seniman era Goryeo. Artefak ini tetap terjaga kondisinya sebagai bagian dari warisan sejarah yang memperkaya khazanah kebudayaan dunia.

Berita Terkini