NARASINETWORK.COM - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) bekerja sama dengan Mahir Digital menyelenggarakan Kuliah Ramadan Mahir Digital 2.0 (KURMA 2.0). Kegiatan ini berfungsi sebagai ruang pembelajaran dan sumber inspirasi bagi generasi muda untuk memanfaatkan peluang ekonomi serta melakukan inovasi di era teknologi.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan bahwa momen Ramadan menjadi kesempatan tepat untuk mengembangkan ilmu yang bermanfaat sekaligus berbagi kebaikan melalui edukasi dan literasi digital yang mendukung kenyamanan bersama.
“Indonesia memiliki pasar terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Melalui platform Mahir Digital, pelaku ekonomi kreatif dapat menjangkau pasar global yang lebih luas. Oleh karena itu, penting untuk mengenal platform yang sesuai untuk mempelajari aset digital dan memahami karakter pasar yang dituju. KURMA 2.0 menunjukkan bahwa kolaborasi dan adaptasi dengan memanfaatkan teknologi dapat meningkatkan kapasitas diri pada bulan Ramadan,” ujar Wamen Ekraf Irene dalam paparannya di Menara 165, Cilandak, Jakarta.
Acara KURMA 2.0 berperan sebagai ajang silaturahmi dan diskusi yang menghadirkan hampir 250 profesional serta perwakilan komunitas dari industri kreatif dengan fokus pada pemasaran digital. Sebagian peserta sudah menjadi anggota Platform Mahir Digital yang memberikan bimbingan secara rutin, termasuk kelas offline, kelas online, konsultasi harian, serta kurikulum terstruktur yang terdiri dari 14 bab dan lebih dari 70 konten video pembelajaran. Materi pembelajaran mencakup topik pola pikir, riset produk, lalu lintas digital, persiapan iklan digital, serta berbagai materi bisnis digital lainnya.
Wamen Ekraf Irene menjelaskan bahwa Platform Mahir Digital sejalan dengan Program Gen Matic yang diinisiasi Kementerian Ekraf. Program tersebut merupakan program unggulan yang bertujuan meningkatkan kompetensi generasi muda dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital sebagai affiliator dan kreator konten profesional melalui pelatihan berbasis industri kreatif.
“KURMA 2.0 berfokus pada penguatan literasi digital, pengembangan kewirausahaan digital, serta pemberdayaan komunitas melalui pemanfaatan teknologi. Ketiga aspek tersebut relevan dengan upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan inovatif, sehingga membuka kesempatan luas di era digital,” tambah Wamen Ekraf Irene.
Wamen Ekraf Irene juga menyatakan bahwa generasi muda yang memahami teknologi dapat menghasilkan pendapatan dari rumah selama tetap produktif. Era digital tidak hanya bergantung pada lama waktu seseorang terlibat dalam bisnis, tetapi juga pada keyakinan untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi yang ada.
“Ketika seseorang mampu menciptakan aset digital, karya tersebut dapat dibeli berkali-kali oleh banyak orang dan berpotensi menghasilkan pendapatan pasif,” jelas Wamen Ekraf Irene.
Potensi kolaborasi antara Mahir Digital dan Program Gen Matic dapat dilakukan dalam bentuk pelatihan bersama, pendampingan bisnis, serta mentoring bagi peserta program. Dengan jaringan luas dan keahlian yang dimiliki, kolaborasi tersebut diharapkan menciptakan dampak yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Kuliah Ramadan Mahir Digital merupakan kelas offline khusus Mahir Digital di bulan Ramadan. Kegiatan ini berbeda karena terbuka untuk umum, tidak hanya bagi anggota. Dalam KURMA 2.0 tidak hanya dilakukan pembelajaran, tetapi juga menyelenggarakan buka puasa dan tarawih bersama bagi peserta dengan minat yang sama. Kegiatan ini menjadi tempat untuk belajar dari ahli serta praktisi bisnis dan pemasaran digital,” ujar Fahmi Auditya selaku Pendiri Mahir Digital.
Kuliah Ramadan Mahir Digital diharapkan tidak hanya menjadi acara formal, tetapi juga melahirkan komunitas yang terus berkembang dan saling mendukung dalam membangun usaha di era digital. Para peserta didorong untuk berani memulai, melakukan eksperimen, serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk merenungkan tujuan hidup dan menciptakan karya yang berdampak bagi masyarakat.
“Keunggulan lain dari KURMA 2.0 tidak hanya memperoleh materi dan wawasan baru, tetapi juga mendapatkan semangat dari anggota Mahir Digital yang telah berhasil menghasilkan pendapatan ratusan juta rupiah selama belajar di platform tersebut. Bagi mereka yang baru ingin belajar pemasaran digital atau berjualan secara daring, ini adalah kesempatan tepat untuk mempelajari strategi keberhasilan dari praktisi dan ahli digital berpengalaman,” lanjut Fahmi Auditya.
Acara KURMA 2.0 semakin lengkap dengan rangkaian kegiatan yang bermanfaat, seperti sesi berbagi pengalaman yang membahas mentalitas bisnis, kekuatan pemasaran organik, serta penguatan keyakinan sebelum melakukan penjualan. Agenda lainnya juga menyediakan wawasan strategis untuk mendukung inovasi dan kolaborasi di bidang ekonomi digital.