Indonesia Bidik Perluasan Pasar di Rusia Lewat INNOPROM 2026

Kamis, 20 Nov 2025 20:45
    Bagikan  
Indonesia Bidik Perluasan Pasar di Rusia Lewat INNOPROM 2026
Istimewa

Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menjadi Partner Country di ajang INNOPROM 2026 di Rusia. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan emas untuk memamerkan kekuatan industri nasional, menjalin kemitraan strategis, serta memperluas pasar ekspor.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mematangkan persiapan keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country dalam Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026, sebuah pameran industri terkemuka di Rusia. Sebagai bagian dari persiapan ini, Kemenperin mengadakan Business Dialogue Road to INNOPROM 2026 di Surabaya.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 adalah peluang emas untuk mempromosikan kekuatan sektor manufaktur Indonesia.

"Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country adalah momentum penting untuk menunjukkan kemampuan, inovasi, dan daya saing industri kita di kancah global. Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai mitra dengan pandangan yang jelas tentang inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang merata," ujar Menperin di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Syahroni Ahmad, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), menambahkan bahwa INNOPROM adalah gerbang utama bagi Indonesia untuk memperluas pasar dan mempererat kemitraan industri dengan Rusia dan negara-negara CIS.

"Sebagai Partner Country 2026, Indonesia akan memanfaatkan platform ini untuk mendorong kolaborasi industri dan investasi, memperkuat hubungan antar pelaku bisnis dan pemerintah, serta mempromosikan teknologi dan kreativitas Indonesia," katanya.

Langkah ini, lanjutnya, selaras dengan strategi Kemenperin dalam mempercepat transformasi menuju negara industri maju melalui peningkatan nilai tambah. Hingga triwulan III/2025, ekspor manufaktur nonmigas Indonesia mencapai USD167,85 miliar, menyumbang 81% dari total ekspor nasional. Sektor ini juga menyumbang 17,39% terhadap PDB nasional pada periode yang sama.

Berdasarkan indikator Manufacturing Value Added (MVA), Indonesia menduduki peringkat ke-13 dunia dan teratas di Asia Tenggara pada tahun 2024, dengan nilai MVA mencapai USD265 miliar, dua kali lipat dari Thailand.

Syahroni menjelaskan bahwa hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Pada tahun 2024, perdagangan bilateral mencapai USD3,98 miliar, sementara total investasi Rusia di Indonesia mencapai USD262,8 juta.

"Ada potensi besar untuk memperluas kerja sama di sektor pangan, pertanian, farmasi, alat kesehatan, pembuatan kapal, pupuk, dan industri metalurgi," jelasnya.

Indonesia juga berupaya menyelesaikan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU-FTA) untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas. "Kami berharap pada tahun 2026, Indonesia akan hadir sebagai negara dengan visi yang kuat, strategi yang terarah, serta sektor industri yang kompetitif dan berorientasi pada masa depan," imbuh Syahroni.

Kemenperin mengajak seluruh pelaku industri untuk memanfaatkan forum Business Dialogue ini sebaik mungkin guna memperkuat jaringan, menjajaki peluang kerja sama, serta menampilkan kapasitas dan keunggulan industri dari berbagai daerah.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Program MBG Adalah Fondasi Membangun Generasi Sehat dan Cerdas di Srengat Blitar
Rini Intama Menyuarakan Sejarah Lewat Kata dan Kain 'Molase dan Dinayra'
Catatan Perjalanan dari Tepi Selat Lombok
Menelusuri Eksotisme Laut Asia Tenggara Bersama Silolona Sojourns
Sketsa Gaya 'Pilihan Busana Anggun untuk Usia 70 Tahun ke Atas' Vol.1
Tren Alas Kaki Pointy Paduan Kenyamanan Flat Shoes dan Estetika Penari
Pergeseran Pandangan Masyarakat Terhadap Batasan Usia Belajar Balet
Wajah Stasiun Jakarta Kota Ruang Ekspresi Musisi Jalanan yang Tertata dan Legal
Perluas Penerima Manfaat, Sosialisasi Program MBG di Gelar di Desa Plandirejo Blitar
Program MBG di Kepatihan Tulungagung Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Harga Tahu Tempe Tetap Stabil Penyesuaian Hanya pada Volume
Pelantikan Dubes Andi Rahadian untuk Kesultanan Oman Merangkap Republik Yaman
Industri Kendaraan Niaga Menjadi Penopang Utama Sistem Logistik Nasional
Transformasi Birokrasi Kemenperin Optimalkan Layanan Lewat Digitalisasi
Kementerian Agama Terapkan WFH Setiap Jumat sebagai Bagian Modernisasi Budaya Kerja
Mengenal Koleksi Kundika Perunggu Dinasti Goryeo di Museum Nasional Korea
Sosialisasi MBG di Desa Bulupasar Kediri, Heru Tjahjono Ingatkan Pentingnya Nutrisi dan Pengasuhan Anak
SPKLU Baleendah Jadi Andalan Pemudik, Pengguna Mobil dan Motor Listrik Meningkat
Proyek Galian SPAM PDAM di Ciparay Dikeluhkan Warga dan Pedagang
Ali Syakieb Optimistis, Pemuda Kabupaten Bandung Bisa Jadi Motor Perubahan