KUNTARI Presents Mutu Beton at Galeri Salihara as Part of SIPFest 2026

Sabtu, 15 Aug 2026 08:23
KUNTARI mementaskan Mutu Beton di Galeri Salihara, Jakarta, pada 13–14 Agustus 2026 sebagai bagian dari SIPFest 2026. Pertunjukan ini menampilkan musik eksperimental Tesla Manaf dan Rio Abror yang memadukan perkusi, elektronik, serta sejumlah instrumen. Komunitas Salihara

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Grup musik eksperimental KUNTARI mementaskan karya konser Mutu Beton di Galeri Salihara, Jakarta, pada Kamis dan Jumat, 13–14 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB, sebagai bagian dari Salihara International Performing-Arts Festival (SIPFest) 2026.

Pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit itu menghadirkan Tesla Manaf dan Rio Abror dengan sajian musik yang memadukan perkusi, bunyi elektronik, serta sejumlah instrumen tradisional.

Mutu Beton juga merupakan judul album KUNTARI yang dirilis pada tahun 2025 melalui label asal Berlin, 99CHANTS. Album tersebut menjadi salah satu karya yang menampilkan perkembangan musik KUNTARI setelah beralih dari format solo menjadi duo.

KUNTARI digagas Tesla Manaf, musisi asal Bandung yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris jazz. Ia kemudian mengembangkan proyek tersebut ke musik eksperimental. Sejak bergabungnya Rio Abror sebagai pemain perkusi, KUNTARI menggunakan format duo dan memperkenalkan istilah musik mereka sebagai primal-core .

Musik KUNTARI memanfaatkan berbagai sumber bunyi, mulai dari cornet, gamelan Jawa, marimba, rebana hadroh, glockenspiel, hingga hulusi, alat tiup tradisional asal Tiongkok. Tesla Manaf juga menggunakan hulusi untuk menghasilkan bunyi yang menyerupai suara sejumlah fauna Indonesia.

Rio Abror mengisi komposisi tersebut melalui permainan perkusi dengan pola ritme yang terinspirasi dari sejumlah tradisi Nusantara. KUNTARI juga mengambil unsur ritme dari hadrah kuntulan dan permainan musik yang mengiringi barongsai.

Pada album Mutu Beton , salah satu karya berjudul “Bessing” Merujuk pada tradisi uji kekebalan dan duel senjata pusaka dari Sulawesi Selatan. Unsur tradisi tersebut diterjemahkan ke dalam permainan ritme dan bunyi yang menjadi bagian dari komposisi KUNTARI.

Perjalanan musik KUNTARI dimulai melalui proyek solo Tesla Manaf. Album Black Shirt Attracts More Feather dirilis pada tahun 2020, disusul Last Boy Picked pada tahun 2021. Setelah Rio Abror bergabung, KUNTARI merilis Larynx pada tahun 2022.

KUNTARI kemudian tampil di sejumlah festival musik eksperimental di luar negeri, termasuk CTM Festival di Berlin, Rewire Festival di Belanda, Unsound Festival di Polandia, serta NEXT Festival di Bratislava. Mereka juga tercatat tampil di Institute of Contemporary Arts, London.

Menurut sejumlah catatan mengenai perjalanan tur mereka, KUNTARI telah tampil di lebih dari 17 negara dan 35 kota di Asia serta Eropa. Aktivitas tersebut memperkenalkan karya musik eksperimental mereka kepada penonton dari berbagai negara.

Album Mutu Beton memperluas perjalanan tersebut melalui perilisan global oleh 99CHANTS. Rilisan fisiknya juga didistribusikan melalui sejumlah toko musik independen di Inggris.

Pementasan di Galeri Salihara menjadi bagian dari SIPFest 2026 yang menghadirkan seniman pertunjukan dari berbagai negara Asia. Melalui Mutu Beton , KUNTARI membawakan materi album ke panggung dengan format pertunjukan yang mengutamakan permainan bunyi, perkusi, dan interaksi antar instrumen.

Berita Terkini