Urban Raga Tampilkan Eksperimen Tari dan Teks pada SIPFest 2026

Minggu, 16 Aug 2026 15:37
Urban Raga merupakan pertunjukan tari kontemporer yang dipentaskan pada 12 Agustus 2026 di Teater Black Box, Komunitas Salihara, Jakarta, sebagai bagian dari SIPFest 2026 asiaria. Komunitas Salihara

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Pertunjukan tari kontemporer Urban Raga dipentaskan pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB di Teater Black Box, Komunitas Salihara, Jakarta, sebagai bagian dari SIPFest 2026 asiaria.

Karya ini menjadi panggung presentasi peserta Kelas Olah Kata dan Tubuh 2026, sebuah program yang berlangsung sejak 16 Mei hingga 1 Agustus 2026 dengan bimbingan koreografer Siko Setyanto dan sastrawan Ayu Utami. Melalui latihan gerak dan tulisan, peserta mengolah pengalaman personal serta respons terhadap kehidupan perkotaan menjadi pertunjukan tari.

Urban Raga berangkat dari proses yang mempertemukan latihan tubuh dan penulisan. Peserta diajak menggali pengalaman, ingatan, persoalan personal, serta pengalaman hidup sebagai bagian dari masyarakat urban. Materi tulisan kemudian menjadi salah satu sumber bagi pengembangan gerak.

Pada sesi olah kata, Ayu Utami membimbing peserta untuk menuangkan pengalaman tersebut melalui tulisan. Sementara itu, Siko Setyanto mengarahkan latihan tubuh dan proses pengubahan teks menjadi materi gerak. Pertemuan kedua bidang tersebut menghasilkan bentuk pertunjukan yang tidak hanya bertumpu pada koreografi, tetapi juga menggunakan bahasa sebagai bagian dari proses artistik.

Program ini berlangsung selama 12 sesi yang digelar setiap Sabtu. Latihan dirancang untuk menghubungkan kemampuan mengolah bahasa dengan kemampuan tubuh merespons ruang, gagasan, dan pengalaman. Proses tersebut kemudian dipresentasikan melalui Urban Raga.

Pementasan juga menggunakan konsep ruang yang lebih terbuka. Batas antara area penampil dan penonton dibuat tidak kaku, sehingga posisi penonton menjadi bagian dari suasana pertunjukan. Format Black Box Salihara mendukung pilihan artistik tersebut karena memungkinkan penataan ruang yang lebih dekat antara penampil dan audiens.

Tema perkotaan menjadi salah satu titik utama karya. Tekanan aktivitas, ritme kehidupan yang cepat, serta pengalaman menghadapi lingkungan kota diterjemahkan melalui gerak para penampil. Setiap peserta membawa materi personal yang kemudian ditempatkan sebagai bagian dari susunan pertunjukan.

Aspek audio pada Urban Raga mendapat dukungan dari @drkr.kolektif. Musik menjadi unsur pendamping bagi gerak dan membantu membentuk suasana pertunjukan tanpa menghilangkan peran teks serta tubuh sebagai materi utama.

Sebagai bagian dari SIPFest 2026 asiaria, Urban Raga hadir bersama program seni lintas bidang yang berlangsung di Komunitas Salihara. Festival tersebut menampilkan berbagai karya seniman dari Indonesia, Asia, dan diaspora Asia sepanjang Agustus 2026.

Urban Raga pada akhirnya memperlihatkan hasil proses Kelas Olah Kata dan Tubuh 2026 melalui pertemuan tiga unsur: tulisan, gerak, dan ruang. Pertunjukan ini menjadi tahap presentasi atas proses latihan para peserta sekaligus salah satu program seni yang hadir pada SIPFest 2026.

Berita Terkini