Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan ?

Sabtu, 21 Feb 2026 21:31
    Bagikan  
Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan ?
Istimewa

Food coma adalah kondisi lemas dan mengantuk setelah makan banyak, terutama makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan pada sistem pencernaan dan hormon. Gejala meliputi rasa kantuk, tubuh lemas, dan sulit fokus.

NARASINETWORK.COM - Food coma sering terjadi setelah makan banyak, terutama makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Kondisi ini menyebabkan tubuh lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi.

Food coma, atau postprandial somnolence, disebabkan oleh perubahan sistem pencernaan dan hormon setelah makan besar. Jenis makanan juga memengaruhi munculnya rasa kantuk.

Food coma muncul saat tubuh merespons asupan makanan dalam jumlah besar. Setelah makan, tubuh mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan, mengurangi aliran darah ke otak dan memicu rasa kantuk.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko food coma :

1. Makanan Tinggi Karbohidrat

Karbohidrat pada nasi, roti, mie, dan pasta dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Pankreas melepaskan insulin untuk menurunkan gula darah, yang kemudian menyebabkan tubuh lemas dan mengantuk.

2. Makanan Berlemak Tinggi

Gorengan, daging berlemak, dan makanan bersantan memperlambat pencernaan. Tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk memecah lemak, menyebabkan rasa lelah dan kantuk.

3. Makanan Tinggi Gula

Kue, cokelat, minuman bersoda, dan camilan manis memberikan energi singkat, diikuti penurunan gula darah yang cepat, menyebabkan kelelahan dan kantuk.

4. Kebiasaan Setelah Makan

Duduk atau berbaring setelah makan memperlambat pencernaan, memperparah rasa kantuk. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki dapat membantu pencernaan.

Gejala food coma biasanya muncul 30–60 menit setelah makan besar, meliputi :

- Rasa kantuk

- Tubuh lemas

- Sulit fokus

- Mata terasa berat

Gejala ini umumnya ringan dan akan membaik dengan sendirinya. Untuk mencegah food coma, terapkan langkah-langkah berikut :

- Konsumsi makanan dalam porsi cukup

- Perbanyak sayur dan serat

- Kurangi karbohidrat dan gula

- Konsumsi protein cukup

- Hindari tidur atau berbaring setelah makan

- Lakukan peregangan atau jalan santai setelah makan

Dengan makan yang sehat dan seimbang, tubuh lebih bertenaga dan risiko food coma berkurang.

Food coma umumnya bukan masalah serius. Namun, jika sering merasa sangat mengantuk atau lemas setelah makan, disertai gejala lain seperti jantung berdebar, keringat dingin, atau pusing, konsultasikan dengan dokter untuk memeriksa kemungkinan gangguan gula darah atau masalah kesehatan lainnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Cetak Rekor Tiga Kali Beruntun Persib Bandung Raih Gelar Juara Hattrick Liga Nasional
Persib Juara Liga Ribuan Pendukung Padati Kawasan Tugu Kujang Bogor Hingga Jalur Penghubung
Mengatur Posisi dan Jenis Bantal Mencegah Cedera Tulang Belakang Saat Tidur
Pengalaman Magang Human Resources Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya di Perusahaan Nasional
Pemerintah Siapkan Stimulus Fiskal dan Pajak Impor Guna Redam Pelemahan Kurs Rupiah
Satupena dan Polda Sumbar Bersama Jaga Alam Lewat Penanaman Pohon IMLF-4
Hutan Tarik dan Kepemimpinan Adipati Pertama Tuban "Ronggolawe"
Pelayanan RSUD Majalaya Tuai Apresiasi dari Keluarga hingga Pasien, Begini Katanya
Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia
Menilik Kemewahan dan Fasilitas Bisnis Premium di Vasa Hotel Surabaya
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Jakarta Tetap Sah Jadi Ibu Kota Negara
Orbit Bulan Perlahan Menjauh Kecepatan Rotasi Bumi Terdeteksi Melambat
Pasar Elektronik China Mengetat Samsung Resmi Tarik Lini Produk Rumah Tangga
Mengasah Kompetensi Psikologi di Akademi Militer:  Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Destinasi Makan Siang Pengisi Tenaga di Sisi Jalur Rel
POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke
Satpol PP Kabupaten Bandung Gaspol Tertibkan Reklame, Uwais Qorni: Ini Kebijakan Pemerintah Berlanjut
Ketua KPID Jabar: Disrupsi Teknologi dan Informasi Jadi Ancaman Mental Psikologis Generasi Muda
Belajar dan Bertumbuh Bersama Yard Cermin Jiwa yang Tak Bersuara
The Evolution and Philosophy of The Dark Horse