Menteri Lingkungan Hidup Pimpin Gerakan Brebes ASRI dan Penanaman Mangrove di Pantai Randusanga

Minggu, 5 Jul 2026 03:18
    Bagikan  
Menteri Lingkungan Hidup Pimpin Gerakan Brebes ASRI dan Penanaman Mangrove di Pantai Randusanga
Istimewa

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, memimpin Gerakan Brebes ASRI dan penanaman mangrove di Pantai Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

NARASINETWORK.COM - BREBES, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, memimpin Gerakan Brebes ASRI dan penanaman mangrove di Pantai Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan yang diikuti pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat tersebut bertujuan mempercepat pemulihan kawasan mangrove serta meningkatkan perlindungan wilayah pesisir dari dampak perubahan iklim.

Dalam sambutannya, Menteri Jumhur mengatakan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi semangat yang menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan. Menurutnya, upaya menjaga bumi dapat dilakukan tanpa memandang usia, profesi, latar belakang, agama, maupun suku.

"Tidak ada satu tekad yang bisa menyatukan berbagai kekuatan kecuali tekad ingin memuliakan bumi. Lintas usia, lintas etnik kebudayaan, lintas agama, lintas sektoral, lintas intelektual, semua bisa bahu-membahu bersama bersatu dalam satu tekad bersama ingin memuliakan bumi," ujarnya.

Menteri Jumhur menjelaskan perubahan iklim menjadi tantangan yang semakin nyata akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca. Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus menyerap karbon sehingga pemulihan kawasan yang rusak perlu terus dilakukan.

Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta hektare hutan mangrove. Dari jumlah tersebut, hampir 800 ribu hektare memerlukan pemulihan agar kembali berfungsi secara optimal.

"Sekitar hampir 800.000 hektare mangrove di Indonesia rusak dan harus dipulihkan. Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Brebes ini merupakan bagian dari upaya memulihkan mangrove yang rusak. Saya ajak semua kelompok mari bergotong royong untuk menanam mangrove atau tumbuh-tumbuhan lain dalam rangka menghijaukan bumi," kata Menteri Jumhur.

Menurutnya, pemulihan mangrove juga memberi manfaat bagi perlindungan pesisir, ketahanan pangan, pengurangan risiko bencana, penciptaan lapangan kerja hijau, serta pengembangan ekonomi biru. Ia menambahkan, hasil kegiatan tidak diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari tingkat keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Menanam hari ini bukan sekadar menumbuhkan pohon. Kita sedang menumbuhkan perlindungan, kesejahteraan, dan harapan bagi generasi esok," tegasnya.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Brebes. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Brebes. Kehadiran beliau akan menambah semangat masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Pantai Brebes dengan membudidayakan mangrove," ujar Wurja.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menyatakan kampus siap mendukung Gerakan Penanaman 2 Miliar Pohon dan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir. Menurutnya, pelestarian lingkungan dapat melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

"Kebetulan UHN ini ada di baris kesatu. Kami ingin berpartisipasi dalam kegiatan menanam 2 miliar pohon sekaligus mendukung rencana Gubernur Jawa Tengah memagari laut dengan tanaman mangrove. Insya Allah tahun 2045, pohon mangrove yang sekarang ditanam akan memberi inspirasi bagi wilayah dan kelompok masyarakat lainnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bisa diikuti semua kelompok masyarakat, dari pemerintahan, kampus, hingga masyarakat umum," kata Sudirman Said.

Melalui Gerakan Brebes ASRI, KLH/BPLH mendorong kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan ekosistem pesisir. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya dukung kawasan pantai terhadap dampak perubahan iklim serta menjaga fungsi mangrove bagi kehidupan masyarakat.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026
Digital Detox Jadi Pilihan Saat Informasi Terus Membanjiri Ruang Digital
Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Kembangkan Satelit Buatan Indonesia
INNOPROM 2026 Jadi Momentum Industri Agro Indonesia Perluas Pasar ke Kawasan Eurasia
Dari Batik hingga Drone Produk Manufaktur Indonesia Dipromosikan ke Pasar Eurasia melalui INNOPROM 2026
Indonesia Perluas Kemitraan Industri dengan Rusia melalui Tujuh MoU di INNOPROM 2026
Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 Indonesia dan Armenia Bahas Perluasan Kerja Sama Industri
Wonogiri Kukuhkan Identitas sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso
Sempat Hilang Kontak Sepekan, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Ditemukan Selamat
Bhinneka Run 2026 Diikuti 3.500 Peserta, Menpora Apresiasi Partisipasi Pelari Disabilitas
SRMA 10 Jakarta Selatan Tampilkan Program Pembinaan Siswa pada Open House 2026
Program “Liburan ke Kampung Main” Dorong Wisata Edukasi Anak Selama Liburan Sekolah
Rute Internasional Muscat–Medan Resmi Beroperasi Dorong Pertumbuhan Wisata Sumatra Utara
Kemdiktisaintek Dorong Peninjauan UKT bagi Calon Mahasiswa yang Terkendala Registrasi Ulang