NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Penggunaan perangkat pemutar musik portabel merek Walkman buatan Sony masih terlihat bertahan meski telepon pintar telah mendominasi pasar alat komunikasi dan hiburan. Meskipun tidak lagi setenar pada tahun 1980-an dan 1990-an, perangkat ini mengalami perubahan bentuk dan fungsi menjadi perangkat digital yang sesuai dengan kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
Berdasarkan kondisi pasar saat ini, terdapat tiga kelompok utama yang menjadi pendukung keberadaan alat pemutar musik tersebut. Kelompok pertama terdiri dari penggemar kualitas suara tinggi, yang dikenal sebagai audiophile. Bagi mereka, mutu suara yang dihasilkan menjadi alasan utama memilih perangkat ini. Model terbaru seperti NW‑A306 atau NW‑ZX707 hadir sebagai pemutar audio digital yang dilengkapi komponen khusus, termasuk penguat sinyal S‑Master HX guna mengurangi gangguan pada suara. Perangkat ini juga memakai sistem operasi Android serta tersambung ke jaringan nirkabel, sehingga dapat mengakses layanan musik berlangganan.
Kelompok kedua didominasi oleh generasi muda yang mencari pilihan lain selain perangkat serbaguna. Sebagian pengguna memilih alat pemutar musik khusus ini untuk menghindari gangguan dari pemberitahuan media sosial yang sering muncul pada telepon genggam. Selain itu, minat terhadap kaset pita fisik kembali meningkat karena memberikan pengalaman berbeda saat menikmati lagu, sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup yang mengingat masa lalu.
Kelompok ketiga adalah kalangan yang rutin berolahraga, terutama pelari dan perenang. Sony menyediakan varian khusus untuk kebutuhan ini, seperti seri NW‑WS413 atau NW‑WS623 yang berupa alat dengar nirkabel tahan air. Desain tersebut memudahkan pengguna mendengarkan lagu selama bergerak tanpa perlu membawa perangkat tambahan.
Perubahan fungsi dari pemutar kaset analog menjadi alat pemutar data digital dengan kualitas tinggi menunjukkan kemampuan produk ini menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan kebutuhan konsumen di berbagai negara.
