Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia

Jumat, 24 Jul 2026 15:24
    Bagikan  
Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia
Nana Wiyono

Komunitas Salihara akan menggelar Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) 2026 pada 1–30 Agustus 2026 di Jakarta dengan mengusung tema asiaria. Festival dua tahunan ini menghadirkan seniman dari Asia dan diaspora Asia.

NARASINETWORK.COMJAKARTA, Komunitas Salihara akan menyelenggarakan Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) 2026 pada 1–30 Agustus 2026 di Jakarta.

Festival dua tahunan tersebut mengangkat tema "asiaria" dan menghadirkan seniman dari sejumlah negara Asia serta diaspora Asia melalui pertunjukan tari, teater, musik, lokakarya, dan program pengembangan karya. Penyelenggaraan ini ditujukan sebagai ruang pertemuan seniman dan publik melalui berbagai sajian seni pertunjukan.

Direktur Festival SIPFest 2026, Ening Nurjanah, mengatakan tema "asiaria" dipilih untuk menghadirkan karya seniman Asia dan diaspora Asia yang berkarya di berbagai negara. Menurutnya, komposisi peserta pada tahun ini berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya karena melibatkan lebih banyak seniman dari kawasan Asia maupun diaspora.

Festival tersebut menghadirkan kelompok butoh Jepang Sankai Juku, Ho Rui An dari Singapura, Wang Chong dari Tiongkok, Monica Lim dari Australia, serta Mindy Meng Wang dari Tiongkok. Mereka tampil bersama seniman Indonesia, antara lain Melati Suryodarmo, Rukman Rosadi, Siko Setyanto, dan kelompok musik KUNTARI.

SIPFest 2026 memuat sepuluh program utama. Pertunjukan pembuka menampilkan Orfeus karya Melati Suryodarmo. Program lain meliputi Figures of History and the Grounds of Intelligence karya Ho Rui An serta produksi teater Nadirah, hasil kerja sama seniman Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Lakon tersebut akan dipentaskan untuk pertama kalinya di Jakarta dengan pemeran Indonesia setelah sebelumnya tampil di Singapura, Kuala Lumpur, dan Tokyo.

Bidang musik menghadirkan Mutu Beton oleh KUNTARI dan Opera for the Dead karya Monica Lim bersama Mindy Meng Wang. Wang Chong membawakan Made in China 2.0, sedangkan Rukman Rosadi menampilkan Teater, Film, dan Hidup. Festival ditutup oleh Sankai Juku melalui pertunjukan KOSA – Between Two Mirrors.

Komunitas Salihara juga menyelenggarakan Ruang Karya Bertumbuh yang menampilkan proses penciptaan karya seniman dari Indonesia dan Korea Selatan. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti lokakarya bersama Sankai Juku, Ruben Reniers, dan Irene Tanuwidjaja.

Tiket SIPFest 2026 tersedia melalui laman resmi penyelenggara. Harga tiket mulai Rp75.000,-untuk pelajar dan Rp250.000,- untuk umum. Penyelenggara juga menyediakan tiket terusan seharga Rp1.500.000,- yang mencakup seluruh agenda festival. 

Komunitas Salihara Arts Center adalah sebuah institusi kesenian dan kebudayaan yang selalu menampilkan kesenian terkini dari Indonesia dan dunia, baik yang bersifat pertunjukan maupun edukasi, dalam lingkungan kreatif dan sejuk di tengah keramaian selatan Jakarta.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia
“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"
P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah