NARASINETWORK.COM - Perwakilan Kedutaan Besar Republik Polandia di Jakarta, Maciej Tumulec (Wakil Kepala Misi) dan Ecelino Ionescu (Sekretaris Pertama), mengikuti lokakarya dua hari yang diselenggarakan untuk 25 praktisi jurnalistik dari Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatra. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas profesional pekerja media dalam menghadapi masalah yang muncul di ruang publik informasi saat ini.
Lokakarya berfokus pada dua tema utama: penanganan konten salah informasi dan penanganan Manipulasi dan Interferensi Informasi Asing (FIMI). Materi yang disampaikan membahas tantangan yang terus berkembang akibat operasi pengaruh dari luar negeri yang menargetkan pekerja media, ruang publik informasi, serta masyarakat luas. Acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai bentuk-bentuk gangguan informasi dan cara untuk mengatasinya.
Kegiatan diselenggarakan oleh Delegasi Uni Eropa di Jakarta dalam kerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Format lokakarya menggabungkan tiga elemen utama: penyampaian analisis mengenai kondisi informasi di tingkat internasional dan nasional, pelatihan keterampilan teknis untuk memverifikasi kebenaran konten yang beredar, serta pembahasan contoh kasus yang terjadi dalam aktivitas jurnalistik di Indonesia. Setiap sesi dirancang agar materi dapat diterapkan langsung dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada pelaksanaannya, peserta diberikan penjelasan mengenai ciri-ciri konten salah informasi dan cara untuk mengidentifikasinya. Materi pengecekan fakta mencakup langkah-langkah sistematis untuk memverifikasi sumber informasi, membandingkan data dari berbagai pihak, serta mengkonfirmasi keakuratan konten sebelum dipublikasikan. Studi kasus yang dibahas diambil dari peristiwa aktual yang pernah terjadi di Indonesia, sehingga memberikan pemahaman yang konkret mengenai tantangan yang dihadapi.
Perwakilan Kedutaan Besar Polandia menyampaikan bahwa partisipasi mereka dalam lokakarya merupakan bagian dari kerja sama internasional untuk memperkuat integritas ruang informasi. Maciej Tumulec menjelaskan bahwa masalah disinformasi dan manipulasi informasi bukan hanya tanggung jawab satu negara, melainkan menjadi perhatian bersama bagi komunitas internasional. Kerjasama antara negara-negara anggota Uni Eropa dan Indonesia di bidang ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Ecelino Ionescu menambahkan bahwa pelatihan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kemerdekaan pers dan profesionalisme jurnalistik di Indonesia. Praktek jurnalistik yang baik berperan penting dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat dan memperkuat tatanan demokrasi.
Delegasi Uni Eropa menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang media dan informasi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan alat dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh pekerja media agar dapat menjalankan peran mereka dengan lebih efektif. Selain itu, proyek juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko yang ditimbulkan oleh konten salah informasi dan manipulasi informasi asing.
Aliansi Jurnalis Independen menyatakan bahwa pelaksanaan lokakarya mendapatkan respon positif dari peserta. Banyak pekerja media yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka. Beberapa peserta juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat sesuai dengan tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas jurnalistik saat ini.
Selama lokakarya, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber mengenai masalah yang spesifik di daerah masing-masing. Beberapa peserta dari Jawa Barat dan Sumatra menyampaikan bahwa tantangan disinformasi juga terjadi di daerah mereka, dengan bentuk dan target yang berbeda-beda. Diskusi ini menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan strategi dalam menangani masalah tersebut.
Pada akhir kegiatan, para peserta menyatakan bahwa mereka akan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari lokakarya dalam pekerjaan sehari-hari. Beberapa peserta juga mengusulkan untuk membentuk kelompok kerja atau jaringan untuk terus berbagi informasi dan dukungan dalam menangani masalah disinformasi dan FIMI di daerah masing-masing.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama antara Uni Eropa, Polandia, dan Indonesia di bidang media dan informasi terus berkembang. Kedepannya, pihak-pihak terkait berencana untuk melaksanakan kegiatan serupa di daerah lain di Indonesia, serta mengembangkan program pelatihan yang lebih lanjut untuk meningkatkan kapasitas pekerja media dan masyarakat dalam menghadapi tantangan di ruang informasi.