Ananda Sukarlan "Perbedaan Neurodivergen Bukan Penghalang untuk Berkontribusi"

Minggu, 7 Jun 2026 22:00
    Bagikan  
Ananda Sukarlan "Perbedaan Neurodivergen Bukan Penghalang untuk Berkontribusi"
Ananda Sukarlan

Acara diskusi Circle 4 Autism menghadirkan Prof. Rhenald Kasali, Ananda Sukarlan, praktisi hukum HHP Law Firm, Taufiq Hidayat, Nurdiansyah Budiman beserta tim HR PT United Tractors, Dr. Adriana S. Ginanjar, dan individu neurodivergen.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Sabtu, (6/6/2026), Circle 4 Autism (C4A) mengangkat topik tersebut dalam sebuah acara diskusi sehari penuh di Menara Bidakara 1. Mengusung tema “Lebih dari Sekadar Kuota: Neurodivergen, Berkarya, Indonesia”, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Prof. Rhenald Kasali, komponis Ananda Sukarlan, praktisi hukum dari HHP Law Firm, pelatih karier C4A Taufiq Hidayat, serta tim Sumber Daya Manusia PT United Tractors yang dipimpin oleh Nurdiansyah Budiman. Hadir pula individu neurodivergen yang telah memiliki pengalaman kerja untuk berbagi kisah nyata.

Circle 4 Autism merupakan bagian dari program Yayasan Autisma Indonesia (YAI), lembaga yang berdiri sejak tahun 1997 seiring dengan mulai dikenalnya kasus autisme di dalam negeri. Pada awal pendiriannya, YAI bertugas menyebarkan informasi yang akurat mengenai ciri-ciri autisme dan langkah penanganan sejak dini. Seiring berjalannya waktu, ruang lingkup kegiatan lembaga ini meluas, mencakup kerja sama dengan pemerintah dalam penyusunan undang-undang dan peraturan terkait disabilitas, upaya pembelaan hak penyandang autisme, serta keikutsertaan dalam jaringan organisasi se-Wilayah Asia Tenggara sebagai anggota ASEAN Autism Network.

Sejak tahun lalu, Dewan Pelindung YAI dijabat oleh Muhammad Farhan, Ananda Sukarlan, dan Sarah Bey Hadad.

“Acara ini terbuka untuk umum, namun ditujukan terutama bagi tiga kelompok sasaran: orang tua yang ingin mengetahui langkah nyata menuju dunia kerja, praktisi sumber daya manusia yang ingin memahami cara memulainya, serta siapa saja yang meyakini bahwa kemampuan tidak boleh dibatasi oleh sebutan tertentu,” jelas Ananda Sukarlan yang juga bertindak sebagai pemandu sesi diskusi. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 17.00 WIB.

Berdasarkan diskusi yang diadakan pukul 13.00 hingga 15.00 bersama Nurdiansyah Budiman, Taufiq Hidayat, dan Ananda Sukarlan, disepakati beberapa hal pokok. Pertama, individu neurodivergen merupakan aset dan bukan sekadar kewajiban. Penerimaan mereka di lingkungan kerja merupakan pilihan yang menguntungkan usaha. Kedua, peraturan perundang-undangan di Indonesia memberikan perlindungan bagi pekerja neurodivergen maupun perusahaan yang menerapkan prinsip inklusif. Ketiga, bekerja tidak hanya terbatas menjadi pegawai tetap; berwirausaha dan mencapai kemandirian ekonomi merupakan pilihan yang sama layaknya. Keempat, melalui pendampingan karier, proses menuju dunia kerja dapat dijalankan secara bertahap.

Menurut Dr. Adriana S. Ginanjar, M.S., Psikolog sekaligus Ketua Yayasan Autisma Indonesia, sistem sosial dan ketentuan yang berlaku saat ini masih menjadi kendala utama. Hambatan pertama berkaitan dengan pola komunikasi dan interaksi yang sering disalahartikan sebagai kurangnya kemampuan atau semangat bekerja.

“Kenyataannya, banyak penyandang autisme yang mampu melaksanakan tugas dengan baik selama bidang pekerjaan sesuai minatnya, uraian tugas disampaikan secara jelas, dan lingkungan kerja tertata rapi,” ungkap Adriana.

Hambatan kedua berasal dari pandangan yang berkembang di masyarakat. Istilah autisme sering dikaitkan dengan kesulitan berbicara, perilaku yang dianggap menyimpang, dan keterbatasan kecerdasan. Padahal, kondisi ini memiliki cakupan yang beragam, sehingga banyak di antaranya yang memiliki kelebihan khusus. “Mereka mampu berkarya dan berkontribusi apabila memperoleh kesempatan yang luas dan bimbingan yang tepat,” tambahnya.

Salah satu contoh nyata adalah Ananda Sukarlan, komponis dan pianis yang hidup dengan sindrom Asperger dan Tourette, keduanya termasuk dalam lingkup spektrum autisme. Seniman yang dijuluki oleh harian Sydney Morning Herald sebagai salah satu pianis terkemuka dunia dan pendukung karya musik baru ini membuktikan bahwa perbedaan yang dimiliki tidak menjadi penghalang untuk berprestasi. Ia telah menerima penghargaan negara dari dua negara di Eropa, yaitu Cavaliere Ordine della Stella d'Italia yang dianugerahkan Presiden Italia Sergio Mattarella dan Real Ordine Isabel la Catolica dari Raja Felipe VI, Spanyol. Pada tahun 2020, ia juga diangkat sebagai anggota kehormatan Rotary Club Internasional.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut dr. Melly Budhiman, Sp.KJ selaku pendiri Yayasan Autisma Indonesia, jajaran pengurus lembaga, Ketua Rotary Club cabang Menteng Nana Lim, serta Direktur Ananda Sukarlan Center, Chendra Effendy Panatan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026
Digital Detox Jadi Pilihan Saat Informasi Terus Membanjiri Ruang Digital
Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Kembangkan Satelit Buatan Indonesia
INNOPROM 2026 Jadi Momentum Industri Agro Indonesia Perluas Pasar ke Kawasan Eurasia
Dari Batik hingga Drone Produk Manufaktur Indonesia Dipromosikan ke Pasar Eurasia melalui INNOPROM 2026
Indonesia Perluas Kemitraan Industri dengan Rusia melalui Tujuh MoU di INNOPROM 2026
Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 Indonesia dan Armenia Bahas Perluasan Kerja Sama Industri
Wonogiri Kukuhkan Identitas sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso
Sempat Hilang Kontak Sepekan, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Ditemukan Selamat
Bhinneka Run 2026 Diikuti 3.500 Peserta, Menpora Apresiasi Partisipasi Pelari Disabilitas
SRMA 10 Jakarta Selatan Tampilkan Program Pembinaan Siswa pada Open House 2026
Program “Liburan ke Kampung Main” Dorong Wisata Edukasi Anak Selama Liburan Sekolah
Rute Internasional Muscat–Medan Resmi Beroperasi Dorong Pertumbuhan Wisata Sumatra Utara
Kemdiktisaintek Dorong Peninjauan UKT bagi Calon Mahasiswa yang Terkendala Registrasi Ulang