Susu untuk Jantung Bagaimana Memilih dan Mengonsumsinya dengan Tepat

Rabu, 25 Feb 2026 17:55
Susu mengandung nutrisi yang dapat mendukung kesehatan jantung, seperti antioksidan, protein, kalsium, magnesium, dan omega-3. Konsumsi susu secara teratur dan dalam jumlah yang tepat, terutama yang rendah lemak, dapat membantu meningkatkan fungsi jantung Istimewa

NARASINETWORK.COM - Konsumsi susu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung masih belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Padahal, kandungan protein, mineral, dan vitamin di dalam susu berperan penting dalam menjaga kondisi jantung serta menurunkan risiko penyakit jantung, asalkan dipilih dan dikonsumsi dengan benar.

Susu sering dianggap sebagai sumber lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung. Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa pemilihan jenis susu yang tepat dan konsumsi dalam porsi yang sesuai dapat memberikan dukungan bagi kesehatan jantung.

Berbagai kandungan dalam susu memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, antara lain :

- Melindungi Sel dari Dampak Radikal BebasSusu mengandung antioksidan alami seperti vitamin E, vitamin D, serta senyawa bioaktif termasuk peptida hasil pemecahan protein susu.

Zat-zat ini berfungsi melindungi sel tubuh, termasuk sel pada dinding pembuluh darah dan otot jantung dari efek buruk radikal bebas yang dihasilkan akibat stres, polusi, atau konsumsi makanan yang tidak sehat.

Paparan radikal bebas yang tidak terkendali dapat mempercepat proses penuaan sel dan memicu peradangan yang menjadi awal pembentukan gangguan kardiovaskular. Konsumsi susu secara teratur membantu menjaga kondisi sel jantung dan mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.

- Mendukung Fungsi Otot Jantung Protein dalam susu, seperti kasein dan whey, menyediakan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot jantung.

Konsumsi susu membantu memelihara kekuatan kontraksi otot jantung serta mendukung proses regenerasi sel otot setelah mengalami kerusakan akibat radikal bebas atau aktivitas fisik berat.

- Menurunkan Tekanan DarahSusu dapat membantu menurunkan tekanan darah karena mengandung kalsium dan magnesium yang berperan merelaksasi pembuluh darah serta menjaga kelenturannya, sehingga aliran darah menjadi lancar.

Selain itu, kandungan kalium dalam susu membantu membuang kelebihan natrium dalam tubuh, salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi. Konsumsi rutin dalam jumlah tepat dapat menurunkan risiko penyakit jantung, mengingat tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama kondisi tersebut.

- Mengatur Kadar Kolesterol Konsumsi susu secara teratur membantu mengatur kadar kolesterol dalam darah. Kandungan asam lemak omega-3 dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga mengurangi risiko pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung.

Selain itu, susu nabati seperti susu kedelai dan susu oat mengandung fitosterol, senyawa alami yang menghambat penyerapan kolesterol di usus. Fitosterol bekerja dengan menggantikan posisi kolesterol selama proses penyerapan, sehingga jumlah kolesterol yang masuk ke aliran darah berkurang.

Tips Konsumsi Susu untuk Kesehatan Jantung :

Untuk memperoleh manfaat susu bagi kesehatan jantung, disarankan untuk memilih susu rendah lemak, bebas lemak (susu skim), atau susu nabati. Jenis susu ini memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah sehingga lebih aman untuk kesehatan jantung.

Batasi konsumsi susu dalam jumlah 250 hingga 500 mililiter atau 1 hingga 2 gelas per hari. Pastikan susu yang dikonsumsi tidak mengandung gula tambahan, karena gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, kedua kondisi yang dapat memicu gangguan pada jantung.

Meskipun susu memberikan manfaat, konsumsilah secara kombinasi dengan makanan sehat lainnya seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh untuk menjaga kesehatan jantung secara optimal.

Selain itu, terapkan langkah-langkah berikut untuk menjaga kesehatan jantung :

- Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari

- Hentikan kebiasaan merokok dan hindari paparan asap rokok

- Batasi atau hindari konsumsi minuman beralkohol

- Kelola stres dengan teknik relaksasi atau aktivitas hobi yang disukai

- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol tinggi

 

Berita Terkini

Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan ?

Gaya Hidup • Sabtu, 21-Feb-2026 21:31