Para Petani Teh Malabar Mengamuk, Saung Dibakar dan Tanaman Dicabut: Protes Buntut Alih Fungsi Lahan

Kamis, 27 Nov 2025 21:55
    Bagikan  
Para Petani Teh Malabar Mengamuk, Saung Dibakar dan Tanaman Dicabut: Protes Buntut Alih Fungsi Lahan
Istimewa

Para petani di Pangalengan yang menolak perkebunan teh dijadikan alih fungsi lahan

NARASINETWORK.COM - KAB BANDUNG

-Suasana memanas terjadi di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung Jawa Barat, ketika ratusan petani teh menggelar demonstrasi besar-besaran di area perkebunan Malabar Tea Factory 1896. 


Aksi yang berlangsung pada Rabu (27/11/2025) siang itu berubah ricuh, ditandai dengan pembakaran saung dan pencabutan sejumlah tanaman di area perkebunan.


Video demonstrasi tersebut masih viral di berbagai media sosial seperti X, TikTok, Instagram, dan WhatsApp. Dalam rekaman yang beredar, tampak massa bukan hanya berorasi di depan kantor pabrik teh, tetapi juga merusak bangunan saung yang ada di perkebunan dan mencabut tanaman secara serentak sebagai bentuk protes.


Penyebab Kericuhan: Alih Fungsi Lahan Teh

Kericuhan berawal dari keresahan para petani mengenai adanya alih fungsi lahan perkebunan teh menjadi kebun sayuran, seperti wortel dan kentang. 


Hektaran kebun teh dilaporkan telah ditebang dan diganti dengan komoditas sayuran dalam beberapa bulan terakhir.


Para petani mengaku khawatir perubahan fungsi lahan ini akan mengancam mata pencaharian mereka. Pasalnya, ribuan warga sekitar menggantungkan hidup dari aktivitas memetik teh di perkebunan Malabar.


“Lahan perkebunan dibabat orang desa sekitarnya. Mereka diduga dibayar oleh orang-orang tertentu. Akibatnya petani teh marah,” ujar salah satu petani dalam video yang beredar.


Menurut informasi yang dihimpun, para petani merasa gelisah karena proses alih fungsi lahan tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal yang bergantung pada industri teh. Mereka menilai, jika konversi lahan terus berlanjut, para pemetik teh akan kehilangan pekerjaan.


Isu ini disebut telah sampai ke telinga Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Gubernur Jabar mulai mencermati polemik alih fungsi lahan tersebut, karena konflik dikhawatirkan semakin meluas dan mengguncang sektor ekonomi lokal.


Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola perkebunan maupun pihak terkait penyelesaian konflik tersebut. Warga berharap pemerintah dapat turun tangan untuk mediasi agar persoalan tidak memicu kekerasan lanjutan.


Konflik Berkepanjangan Mengancamnya Ekonomi Lokal

Alih fungsi lahan pertanian sering kali menjadi isu sensitif, terlebih di daerah yang menggantungkan ekonomi pada komoditas teh yang membutuhkan waktu penanaman dan perawatan panjang. 

Jika tidak ada penanganan tegas, para petani khawatir profesi turun-temurun sebagai pemetik teh akan hilang dan mengubah perekonomian warga setempat secara drastis.

Selain itu, kabar mencuat muncul dari para petani yang menegaskan akan kembali beraksi bila tidak ada kejelasan mengenai status lahan dan perlindungan terhadap mata pencaharian mereka.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun
Adira Finance Kembali Gelar Program HARCILNAS 2026 dengan Hadiah Pelunasan Cicilan, Begini Caranya
Reses di Ciparay: Warga Bicara, H. Asep Ikhsan Siap Kawal Aspirasi sampai Jadi Program Nyata
SATRIA 2026 IKIP Siliwangi: Pengenalan Kampus dengan Pendekatan Humanis dan Berbasis Karakter
Mau Hadiah Langsung Kulkas 2 Pintu? Yuk, Hadiri Adira Experience Day 2026, Catat Tanggalnya
855 Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Program Pentahelix Tetap Berjalan, Sungai Cisungalah Harus Ada Pelebaran
Erick Thohir Sampaikan Pesan Prabowo pada Hari Pramuka ke-65, Dorong Peran Pemuda Hadapi Tantangan Zaman