NARASINETWORK.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital akan menerbitkan 13 seri prangko sepanjang tahun 2026. Penerbitan ini menjadi bagian dari upaya negara untuk menjaga ingatan kolektif bangsa melalui media prangko.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan posisi prangko sebagai rekam jejak bangsa. “Prangko kami tempatkan sebagai bagian dari upaya merawat cerita Indonesia tentang budaya, sejarah, dan jati diri bangsa. Prangko juga merupakan rekam jejak dari perjalanan bangsa yang terus harus kita jaga bersama,” kata Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, seluruh penerbitan prangko tahun 2026 disusun sebagai satu rangkaian narasi tentang Indonesia. Setiap seri yang diterbitkan diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai berbagai aspek kehidupan bangsa.
“Melalui katalog Prangko 2026, kami menghadirkan rangkaian penerbitan Prangko yang mencerminkan kekayaan Indonesia, mulai dari warisan budaya dan keragaman hayati hingga peristiwa kebangsaan dan kerjasama internasional,” ujarnya.
E-katalog Prangko 2026 yang disiapkan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital memuat 13 seri dengan tema yang beragam. Di antaranya adalah Seri Tahun Kuda Api, Seri Wayang Pandawa Lima, Seri Buah Buahan, Seri Artefak dan Bangunan Bersejarah Kota Palembang, Seri Anak Indonesia Hebat, serta Seri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024 sampai 2029.
Penerbitan tahun ini juga mencakup prangko kerja sama bilateral antara Indonesia dan Uruguay. Selain itu, terdapat pula seri yang mengabadikan partisipasi Indonesia dalam berbagai pameran filateli internasional, seperti BOSTON 2026, MACAO 2026, BANDUNG 2026, dan PHILATAIPEI 2026. Setiap pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia kepada khalayak internasional.
Di tengah arus perubahan yang terjadi di era digital, Meutya Hafid menilai bahwa prangko tetap relevan bagi seluruh lapisan generasi. Keberadaan prangko tidak tergeser oleh perkembangan teknologi, melainkan justru mampu menyesuaikan diri dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Prangko tetap memiliki peran sebagai penghubung antargenerasi dan sebagai pengingat akan identitas bangsa,” tegasnya.
Perhatian terhadap penerbitan prangko tahun 2026 menunjukkan komitmen pemerintah untuk melestarikan nilai-nilai kebangsaan. Melalui setiap desain dan tema yang dipilih, prangko diharapkan dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan cerita Indonesia kepada generasi sekarang dan mendatang. Selain itu, penerbitan prangko juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia filateli serta memperkuat peran prangko sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.