NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Aplikasi Be My Eyes Menjadi Jembatan Visual Bagi Tunanetra Melalui Relawan dan Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi komunikasi kini memberikan dampak nyata bagi penyandang tunanetra dan gangguan penglihatan melalui platform Be My Eyes. Aplikasi gratis ini berfungsi menghubungkan pengguna yang membutuhkan bantuan visual dengan jaringan relawan serta teknologi kecerdasan buatan untuk menyelesaikan berbagai tugas harian.
Sistem kerja utama aplikasi ini mengandalkan panggilan video langsung. Saat pengguna memerlukan bantuan, aplikasi akan mengirimkan notifikasi ke sejumlah relawan yang memiliki kesesuaian bahasa. Relawan pertama yang merespons akan terhubung dengan kamera belakang ponsel pengguna. Melalui koneksi tersebut, relawan dapat melihat apa yang ada di depan pengguna dan memberikan arahan suara secara langsung.
Be My Eyes juga memperkenalkan fitur bertenaga kecerdasan buatan bernama Be My AI. Fitur ini memungkinkan pengguna mengambil foto objek atau lingkungan sekitar untuk mendapatkan penjelasan teks secara otomatis. Pengguna dapat melakukan tanya jawab dengan sistem untuk mengetahui rincian gambar tanpa harus menunggu bantuan manusia. Layanan ini mencakup pembacaan label produk, penyortiran pakaian, hingga navigasi di ruang baru.
Selain bantuan dari individu, tersedia pula fitur bantuan khusus yang menghubungkan pengguna dengan perwakilan resmi dari berbagai perusahaan teknologi dan layanan publik. Layanan ini mempermudah penyelesaian masalah teknis pada perangkat lunak atau pertanyaan terkait perjalanan transportasi umum. Bagi pengguna yang lebih nyaman dengan lingkaran terdekat, terdapat pilihan untuk membentuk grup pribadi yang berisi keluarga atau teman.
Dari sisi keamanan, pengembang menerapkan aturan ketat untuk melindungi privasi. Semua panggilan bersifat anonim dan tidak ada pertukaran nomor telepon pribadi. Pengguna dan relawan dilarang memberikan informasi sensitif seperti data perbankan, alamat lengkap, atau dokumen identitas resmi. Relawan juga dilarang memberikan panduan terkait dosis obat atau prosedur medis yang berbahaya.
Proses pendaftaran bagi relawan baru sangat sederhana. Setelah mengunduh aplikasi di perangkat Android, iOS, atau Windows, calon relawan cukup mendaftarkan akun menggunakan email dan memilih bahasa yang dikuasai. Notifikasi panggilan akan muncul secara otomatis saat ada pengguna yang membutuhkan bantuan, namun relawan tetap memiliki kebebasan untuk menjawab atau mengabaikan panggilan sesuai ketersediaan waktu mereka.
Hingga saat ini, komunitas tersebut telah menjangkau jutaan pengguna dan relawan di lebih dari 150 negara. Kehadiran platform ini membantu kemandirian penyandang tunanetra dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan dukungan visual yang cepat dan mudah diakses melalui ponsel pintar.