NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Bandung masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, mengungkapkan bahwa angka pengangguran hingga kini masih menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.
“Pengangguran masih menjadi masalah di Kabupaten Bandung. Tapi pemerintah daerah sudah menyiapkan sekitar 10.000 lapangan kerja setiap tahun untuk mengurangi angka tersebut,” ujar Cecep saat dihubungi, Selasa (24/3/2026).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berhenti pada ketersediaan lapangan kerja semata. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting yang harus ditingkatkan agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Kualitas SDM kita masih perlu ditingkatkan supaya bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang,” jelas politisi dari Partai Golkar tersebut.
Cecep juga menyoroti terbatasnya jumlah lapangan kerja di Kabupaten Bandung yang berdampak langsung terhadap sempitnya peluang kerja bagi masyarakat. Kondisi ini, menurutnya, membuat persaingan di dunia kerja semakin ketat.
“Lapangan kerja masih terbatas, ini tentu mempengaruhi kesempatan kerja masyarakat,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung disebut telah melakukan berbagai upaya, mulai dari peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan, hingga mendorong investasi dan pengembangan sektor industri guna membuka peluang kerja baru.
Salah satu langkah konkret yang terus didorong adalah pelaksanaan program job fair sebagai sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Tahun ini, kegiatan tersebut direncanakan akan diperluas hingga menjangkau seluruh kecamatan.
“Job fair akan kita dorong lebih masif. Rencananya dilaksanakan di 31 titik, tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja secara langsung, tanpa harus terpusat di satu lokasi saja.
Lebih lanjut, Cecep menegaskan bahwa Komisi D DPRD Kabupaten Bandung akan terus memberikan masukan dan penguatan terhadap program-program Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Komisi D selalu mendorong program yang benar-benar menyentuh masyarakat, seperti pelatihan keterampilan, peningkatan kemampuan tenaga kerja, hingga mendorong masyarakat agar siap bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan ini penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada lowongan kerja yang tersedia, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Dengan kombinasi antara peningkatan kualitas SDM, perluasan lapangan kerja, dan pemerataan akses melalui job fair, diharapkan angka pengangguran di Kabupaten Bandung dapat ditekan secara bertahap.
“Tujuan akhirnya tentu menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Cecep.
**