Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara

Selasa, 21 Apr 2026 02:59
Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Kirab Pusaka Nusantara 2026 di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.000 peserta dari 20 desa penyangga sebagai bentuk pelestarian budaya. Istimewa

NARASINETWORK.COM - MAGELANG, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui unit pelaksana Museum dan Cagar Budaya, serta Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (BKMA), menyelenggarakan Kirab Pusaka Nusantara Tahun 2026. Acara berlangsung di Kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, Kamis (17/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Keris Nasional dan Hari Warisan Dunia, sekaligus upaya memperkuat pelestarian budaya sebagai warisan hidup.

Kirab Pusaka Nusantara menjadi wadah ekspresi budaya yang mempertemukan tradisi, benda pusaka, dan partisipasi masyarakat. Kegiatan melibatkan perwakilan dari 20 desa penyangga kawasan Borobudur, yang menunjukkan peran penting masyarakat setempat dalam menjaga nilai-nilai budaya. Sebagai situs Warisan Dunia, Borobudur tidak hanya memiliki nilai sejarah dan arkeologis, tetapi juga berfungsi sebagai pusat interaksi budaya yang terus berkembang.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena kegiatan ini merupakan kali pertama dilaksanakan di kawasan candi. Acara melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait warisan budaya, mulai dari budayawan, seniman, warga desa sekitar, hingga tamu dari luar wilayah Magelang.

Menurut Menteri Kebudayaan, di tengah posisi Borobudur sebagai ikon peradaban dan tujuan wisata global, penyelenggaraan kirab ini membuktikan bahwa kekuatan kawasan tidak hanya terletak pada kemegahan bangunan candi. Kekuatan tersebut juga tercermin pada tradisi, nilai luhur, ritual, seni, adat istiadat, serta ingatan bersama yang masih terjaga oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan bisa diselenggarakan lebih banyak kegiatan budaya, karena Borobudur ini merupakan living heritage. Kegiatan keagamaan dan budaya merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Harapannya, Candi Borobudur semakin baik pelayanannya, semakin dikenal, serta semakin ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan berbagai latar belakang,” ujar Fadli Zon.

)Lebih jauh disampaikan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dari 20 desa menjadi hal penting. “Semangat yang disaksikan hari ini bisa diteruskan untuk kemajuan bersama. Keberadaan Candi Borobudur beserta manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat sekitar maupun seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Kirab Pusaka Nusantara diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari perwakilan desa dan komunitas budaya. Prosesi dimulai dari Gerbang Beringin, berjalan membawa pusaka menuju Pelataran Kenari. Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa lintas agama, ritual budaya, serta penyerahan bibit konservasi. Kegiatan ditutup dengan makan bersama atau umbul bojono yang mencerminkan nilai kebersamaan.

Acara dihadiri oleh Bupati Magelang Grengseng Pamudji, Wakil Bupati Magelang Sahid, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, serta sejumlah pejabat lingkup Kementerian Kebudayaan dan perwakilan pengelola kawasan. Turut hadir pula unsur masyarakat perkerisan dari Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa. Melalui Kirab Pusaka Nusantara, Kementerian Kebudayaan berharap kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya semakin meningkat, serta posisi Borobudur sebagai destinasi budaya dunia semakin kuat. Partisipasi aktif warga desa penyangga diharapkan menjadi dasar utama dalam menjaga warisan budaya serta mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang inklusif.

Berita Terkini

UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung

Regional • Minggu, 19-Apr-2026 19:03

Catatan Perjalanan dari Tepi Selat Lombok

Wisata • Selasa, 14-Apr-2026 16:02