NARASINETWORK.COM - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah organik menggunakan budidaya maggot sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah nasional. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Pusat Biokonversi PT Maggot Indonesia Lestari di Bekasi, Minggu (1/3/2026).
Brian menjelaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam meninjau pengelolaan limbah, khususnya di sektor swasta dan kawasan permukiman yang memiliki fasilitas pemulihan material atau sistem pengolahan mandiri.
“Kompleks yang sudah memiliki sistem pengolahan sampah akan diberikan label 'green' atau 'prowaste'. Peninjauan dan penilaian akan dilakukan oleh perguruan tinggi,” kata Brian.
Teknologi biokonversi menggunakan maggot telah diterapkan secara luas dan menunjukkan hasil positif, terutama di sektor yang menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar. Metode ini mampu mengurangi sisa limbah hingga hanya sekitar 3 persen pada sektor pariwisata dan perumahan.
Direktur Utama PT Maggot Indonesia Lestari, Markus Susanto, menyampaikan data keberhasilan pengelolaan sampah di kawasan konservasi dan hotel sebagai bukti efektivitas teknologi ini.
Selain itu, Menteri Brian menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan mahasiswa untuk melakukan survei serta pemetaan data sampah dengan akurasi tinggi di berbagai wilayah. Data tersebut akan menjadi dasar perencanaan pengelolaan sampah yang berlandaskan kajian ilmiah di daerah masing-masing.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri diperlukan untuk mengelola sampah secara efektif. Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.