Isu Dugaan Jual Beli Kursi di SMAN 1 Ciparay Mencuat, Orang Tua Siswa Mengaku Ditawari Jalur Belakang

Kamis, 25 Jun 2026 01:22
Halaman depan SMA negeri 1 Ciparay Istimewa

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Isu dugaan praktik jual beli kursi dalam proses penerimaan siswa baru di SMAN 1 Ciparay tengah menjadi perbincangan di masyarakat.

Kabar tersebut mencuat setelah sejumlah sumber mengaku mendapatkan tawaran agar calon siswa dapat diterima melalui jalur yang disebut sebagai "jalur belakang".


Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik tersebut diduga melibatkan sejumlah uang dengan nominal yang bervariasi. Bahkan, beberapa sumber menyebut angka yang ditawarkan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk satu calon siswa.


Salah seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mengetahui adanya tawaran tersebut.

"Masuk ke sana (SMAN 1 Ciparay) di angka sepuluh juta rupiah. Lewat jalur belakang," ujarnya kepada awak media, Rabu (24/6/2026). 


Pengakuan serupa juga disampaikan sumber lainnya. Ia mengaku pernah mendapatkan informasi mengenai kemungkinan memasukkan anaknya ke sekolah tersebut melalui cara yang tidak sesuai mekanisme resmi.

"Iya benar, anak saya juga ditawari masuk SMAN 1 Ciparay. Itu minta sepuluh juta. Katanya memang bisa cara itu," ungkapnya.


Munculnya dugaan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang berharap proses penerimaan peserta didik baru berjalan secara transparan, adil, dan sesuai aturan yang berlaku.


Sejumlah warga pun meminta agar informasi yang beredar dapat ditelusuri secara menyeluruh oleh pihak berwenang guna memastikan kebenarannya.

Mereka berharap tidak ada praktik yang merugikan calon peserta didik maupun mencederai kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.


Di sisi lain, pihak SMAN 1 Ciparay diketahui mencantumkan nomor layanan pengaduan melalui aplikasi SPMB Jabar yang dapat dihubungi oleh masyarakat maupun calon peserta didik.


Namun, saat awak media mencoba menghubungi nomor WhatsApp yang tertera tersebut untuk melakukan konfirmasi dan meminta penjelasan terkait informasi yang beredar, kontak tersebut tidak dapat tersambung.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak, mengingat layanan pengaduan seharusnya menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan keluhan terkait proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). 


Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya menghubungi pihak SMAN 1 Ciparay untuk meminta klarifikasi terkait isu yang beredar. Namun, belum ada tanggapan resmi. 

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai ketentuan jurnalistik yang berlaku.

**

Berita Terkini