Perhatikan Ancaman Bencana! Alih Fungsi Lahan di Ciparay Makin Brutal: Pemerintah Kemana?

Minggu, 23 Nov 2025 02:04
    Bagikan  
Perhatikan Ancaman Bencana! Alih Fungsi Lahan di Ciparay Makin Brutal: Pemerintah Kemana?
Istimewa

Salah satunya area yang sudah alih fungsikan di Bumiwangi

NARASINETWORK.COM - KAB BANDUNG 

-Fenomena alih fungsi lahan hijau produktif menjadi perumahan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. 

Banyak titik yang sebelumnya merupakan ladang, kebun campuran, atau kawasan resapan air kini bergeser menjadi area pemukiman padat dan proyek developer. 


Salah satu area yang mulai ramai diperbincangkan masyarakat adalah kawasan bukit Gunung Bumiwangi, tepatnya di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay.


Investigasi awal menunjukkan bahwa kawasan tersebut mengalami perubahan signifikan dari ruang terbuka hijau pertanian menjadi spot-spot pengembangan pemukiman, baik skala kecil (perorangan) maupun cluster perumahan. Ditambah untuk lapangan sepakbola. 



Berdasarkan Peta Kemiringan Lahan Kabupaten Bandung (RTRW 2022–2042), sebagian wilayah Bumiwangi termasuk dalam:


Kemiringan 15–25% (rawan longsor ringan)


Kemiringan >25% (rawan longsor menengah–berat)


Kawasan resapan air dan sumber mata air lokal yang biasa dimanfaatkan warga untuk irigasi dan air rumah tangga


Secara tata ruang, sebagian wilayah berada di zona Lahan pertanian produktif, RTH lindung, Kawasan budidaya terbatas karena kontur berbukit.

Artinya, tidak semua bidang tanah di wilayah ini layak dijadikan kawasan permukiman atau perumahan.


Temuan Lapangan & Keluhan Warga


Dari hasil penelusuran informasi beberapa waktu yang lalu, muncul beberapa temuan penting dari warga masyarakat. 

Warga melaporkan adanya aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) yang dilakukan untuk membuka lahan baru. Aktivitas ini:  

Mengubah struktur tanah alami

Meningkatkan risiko longsor saat musim hujan

Mengganggu aliran air dari lereng ke sawah warga di bawahnya


Beberapa warga mengaku debit air irigasi mulai menurun sejak area atas bukit dibuka sebagai calon site plan perumahan.


Dugaan Alih Fungsi Lahan Tanpa Izin Lengkap


Berdasarkan Perda RTRW Kabupaten Bandung, perubahan lahan pertanian menjadi perumahan wajib melalui, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Analisis dampak lingkungan skala kecil (DPLH/UKL-UPL).


Namun di lapangan, beberapa pembangunan diduga belum memiliki PBG, tidak terlihat papan informasi proyek, dilakukan tanpa sosialisasi memadai kepada warga sekitar. Hal ini mengindikasikan pelanggaran tata ruang.


Di Bumiwangi, tren yang paling mencolok bukan hanya perumahan besar, namun:

Penjualan kavling siap bangun, Kavling murah, Rumah subsidi yang menjorok ke area perbukitan.


Dampak yang Mulai Terlihat seperti Risiko Longsor

Beberapa titik di bukit Bumiwangi merupakan tanah latosol dan lempung—jenis tanah yang cepat jenuh air. 

Setelah vegetasi dibuka, lereng menjadi lebih rawan longsor, tidak memiliki penahan akar, menyebabkan retakan tanah saat musim kemarau.



Krisis Air & Penurunan Debit Mata Air


Air yang dahulu stabil kini menurun di beberapa titik RT di Bumiwangi dan sekitarnya. Bukit yang digunduli menyebabkan air hujan tidak meresap, melainkan langsung mengalir ke bawah sebagai limpasan (run off).


Konflik Sosial: warga vs Developer


Berdasarkan laporan yang kami terima belum lama ini, ada yang cukup mengkhawatirkan. Tak sedikit dari warga masyarakat yang mengkritisi dan menyuarakan diduga mengalami berbagai interpensi, intimidasi bahkan ada warga sampai harus mengalami kekerasan secara fisik. 


Regulasi yang Dilanggar Jika Alih Fungsi Tanpa Izin Menurut Undang-undang. 

UU No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang

RTRW Kabupaten Bandung 2022–2042.


Alih fungsi lahan produktif secara ilegal dapat dikenakan:

Denda hingga Rp 5 miliar

Penghentian aktivitas

Pengembalian fungsi lahan (tergantung kasus)


Selain itu jika ada indikasi pelanggaran, Satpol PP bersama Dinas PUTR memiliki kewenangan melakukan penindakan secepat mungkin. 


Respons dan Tuntutan Warga

Beberapa tokoh masyarakat di sekitar mulai menyuarakan perlunya audit tata ruang dan Peninjauan ulang izin pembangunan, pelibatan warga dalam proses perencanaan. Komitmen pemerintah desa dan kecamatan untuk menjaga kawasan rawan longsor.

Beberapa warga meminta agar pemerintah tidak “menutup mata” terhadap potensi bencana ekologis.


Dari penelusuran ini, terdapat indikasi kuat bahwa:

1. Alih fungsi lahan hijau produktif di kawasan bukit Bumiwangi sedang berlangsung

2. Terdapat aktivitas pembangunan yang belum transparan dan patut diawasi

3. Kontur perbukitan yang rawan longsor membuat kawasan ini tidak ideal menjadi pemukiman padat

4. Dampak ekologis mulai muncul dan berpotensi menjadi masalah besar dalam 5–10 tahun ke depan


Liputan Khusus 

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Cabang Madiun Perkuat Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Langkah Nyata RSUD Majalaya & IDI Kabupaten Bandung Temukan Potensi Thalassemia Sejak Dini
NARASINETWORK.COM Jadi Media Partner FESPIN XIII 2026, Perkuat Publikasi Diplomasi Budaya Asia
Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang